Workshop data gender dan anak di Bantaeng
Minggu, 14 Juni 2015 21:58 WIB
Bantaeng (ANTARA Sulsel) - Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BKBPP) Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan BKBPP Bantaeng melaksanakan workshop penyusunan data gender dan anak.
Ketua Pelaksana Ridwan di Bantaeng, Minggu, mengatakan melalui kegiatan tersebut dapat dilakukan pemutakhiran penyusunan data gender dan anak di seluruh sektor pembangunan di Kabupaten Bantaeng.
"Hasil yang diharapkan adalah SKPD se-Kabupaten Bantaeng dapat menyusun data terpilah mengenai profil gender Kabupaten Bantaeng," ungkap Ridwan.
Wakil Bupati Bantaeng H. Muhammad Yasin membuka workshop mengapresiasi BPPKB Provinsi Sulsel.
"Bapak bupati dan saya sangat mengapresiasi pelaksanaan workshop ini, melalui data di Kabupaten Bantaeng, dapat memberi kontribusi terhadap penyiapan data gender dan anak Provinsi Sulawesi Selatan," ujar Yasin.
Muhammad Yasin dalam sambutannya menuturkan betapa pentingnya data gender dan anak jika data tersebut tidak benar, maka akan terjadi ketimpangan.
Dia berharap agar pemutakhiran data dapat dilakukan dengan benar bukan dengan menghadirkan data seadanya.
"Gender ini hadir karena ada ketidak setaraan, pelibatan perempuan dalam semua aspek pembangunan dipandang perlu," ungkap Yasin.
Workshop diikuti 25 orang peserta berasal dari SKPD dan instansi vertikal di Kabupaten Bantaeng.
Ketua Pelaksana Ridwan di Bantaeng, Minggu, mengatakan melalui kegiatan tersebut dapat dilakukan pemutakhiran penyusunan data gender dan anak di seluruh sektor pembangunan di Kabupaten Bantaeng.
"Hasil yang diharapkan adalah SKPD se-Kabupaten Bantaeng dapat menyusun data terpilah mengenai profil gender Kabupaten Bantaeng," ungkap Ridwan.
Wakil Bupati Bantaeng H. Muhammad Yasin membuka workshop mengapresiasi BPPKB Provinsi Sulsel.
"Bapak bupati dan saya sangat mengapresiasi pelaksanaan workshop ini, melalui data di Kabupaten Bantaeng, dapat memberi kontribusi terhadap penyiapan data gender dan anak Provinsi Sulawesi Selatan," ujar Yasin.
Muhammad Yasin dalam sambutannya menuturkan betapa pentingnya data gender dan anak jika data tersebut tidak benar, maka akan terjadi ketimpangan.
Dia berharap agar pemutakhiran data dapat dilakukan dengan benar bukan dengan menghadirkan data seadanya.
"Gender ini hadir karena ada ketidak setaraan, pelibatan perempuan dalam semua aspek pembangunan dipandang perlu," ungkap Yasin.
Workshop diikuti 25 orang peserta berasal dari SKPD dan instansi vertikal di Kabupaten Bantaeng.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Politeknik ATI Makassar tingkatkan kapasitas pembudidaya rumput laut di Bantaeng
29 June 2026 19:21 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Desa Binaan Imigrasi di Majene terbentuk, Kanim Polman harap bisa percepat komunikasi
24 September 2026 12:42 WIB