Makassar (ANTARA Sulsel) - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menggelar Musyawarah Wilayah ke III di gedung BPPKS Kementerian Sosial Provinsi Sulsel, Sabtu.

Dalam Muswil tersebut mengangkat tema tentang rekonsiliasi dan eksistensi KAMMI dalam mengokohkan KAMMI Sulsebar sebagai ikon pergerakan mahasiswa di Sulsel.

"Selalu diingatkan kembali akan eksistensi gerakan KAMMI hari ini yang sudah sangat diperhitungkan," kata Ketua KAMMI Sulselbar Agus Haruna kepada peserta.

Menurut dia, posisi organisasi eksternal kampus KAMMI harus berada pada posisi netral dan tidak berpihak guna mengawal seluruh kebijakan pemerintah dalam setiap keputusan yang dikeluarkan.

"KAMMI tetap berada dalam posisi yang siap untuk mengawal setiap kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat," katanya kembali menegaskan.

Muswil tersebut dihadiri ratusan perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar dan daerah kabupaten kota di wilayah Sulselbar.

Selain itu hadir pula mantan pejabat teras KAMMI seperti Anwar Abugaza mantan Ketua KAMMI Sulsel, kemudian Andi Aswadi, mantan Sekjen KAMMI wilayah Sulselbar serta Rahmat Hidayat Muhajir mantan ketua KAMMI Makassar dan sejumlah aktivis lainnya.

Beberapa kandidat yang akan bertarung dalam Muswil itu seperti Sofyan Ibnu Umar sebagai mahasiswa Pasca Sarjana UMI Makassar, lalu Sudirman Pance, mahasiswa Unismuh, Fadli Tahir juga mahasiswa Pasca Sarjana Unhas, selanjutnya Sahrul Mubarak alumni mahasiswa UIN Alauddin dan Muhammad Farid Ramli alumni mahasiswa Poltek Makassar.