Pistol Kanit Reskrim digasak pencuri
Sabtu, 21 November 2015 6:34 WIB
Ilustrasi senjata api (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Senjata api pistol milik Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Ujung Bulu Aiptu Abd Salam beserta barang berharga lainnya, digasak pencuri di rumah kontrakan anaknya di Makassar.
"Kejadiannya memanfaatkan kelengahan semua orang di mana anak istrinya sedang sibuk dan anggota Abdul Salam lagi menunaikan ibadah di masjid," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Kombes Pol Frans Barung Mangera di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, Kanit Reskrim bersama istrinya yang menetap di Bulukumba ini memutuskan untuk mengunjungi anak perempuannya di Jalan Tamalate II Makassar yang lagi menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Aiptu Abd Salam saat mendengar adzan berkumandang lalu memutuskan untuk ikut salat berjamaah di masjid yang tidak jauh dari rumah kontrakan anaknya tersebut.
Tas yang dibawanya dengan berisi satu unit telepon genggam (HP) smartphone, uang tunai Rp2 juta, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Dinas jenis RX King, satu lembar kartu senjata api dari Polres serta satu unit senjata api jenis Revolver S&W Nomor Senpi : SV 796067 ikut raib.
Atas kejadian yang menimpanya itu, dirinya kemudian melaporkan hal itu di Polsek Rappocini sesuai dengan wilayah hukum kejadian perkara pencurian.
Barung mengungkapkan berdasarkan laporan polisi yang dibuat korban, saat Aiptu Abd Salam sedang menunaikan ibadah salat di masjid, tasnya di taruh di atas ranjang dalam kamar anaknya itu.
Tas sendiri berada disamping istrinya yang mana pada waktu itu sedang terlelap karena kecapaian menempuh perjalanan jauh dari Bulukumba. Sedangkan anak perempuannya sedang mandi.
"Kan Aiptu Abd Salam itu baru sampai di rumah kontrakan anaknya, istrinya kecapaian dan berbaring di tempat tidur anaknya. Tas ditaruh disampingnya sedangkan anaknya lagi mandi. Di saat itulah ada pencuri masuk dan mengambil tas itu," katanya.
Anak korban yang selesai mandi kemudian masuk ke kamarnya dan melihat jika tas milik ayahnya itu yang tadinya berada disamping ibunya sudah tidak ada dan saat itulah istri korban terbangun.
Kapolsek Rappocini AKP Muari yang menerima laporan itu kemudian memerintahkan anggotanya untuk mengejar pelaku karena senjata api organik milik polisi itu rawan disalahgunakan.
"Kejadiannya memanfaatkan kelengahan semua orang di mana anak istrinya sedang sibuk dan anggota Abdul Salam lagi menunaikan ibadah di masjid," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Kombes Pol Frans Barung Mangera di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, Kanit Reskrim bersama istrinya yang menetap di Bulukumba ini memutuskan untuk mengunjungi anak perempuannya di Jalan Tamalate II Makassar yang lagi menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Aiptu Abd Salam saat mendengar adzan berkumandang lalu memutuskan untuk ikut salat berjamaah di masjid yang tidak jauh dari rumah kontrakan anaknya tersebut.
Tas yang dibawanya dengan berisi satu unit telepon genggam (HP) smartphone, uang tunai Rp2 juta, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Dinas jenis RX King, satu lembar kartu senjata api dari Polres serta satu unit senjata api jenis Revolver S&W Nomor Senpi : SV 796067 ikut raib.
Atas kejadian yang menimpanya itu, dirinya kemudian melaporkan hal itu di Polsek Rappocini sesuai dengan wilayah hukum kejadian perkara pencurian.
Barung mengungkapkan berdasarkan laporan polisi yang dibuat korban, saat Aiptu Abd Salam sedang menunaikan ibadah salat di masjid, tasnya di taruh di atas ranjang dalam kamar anaknya itu.
Tas sendiri berada disamping istrinya yang mana pada waktu itu sedang terlelap karena kecapaian menempuh perjalanan jauh dari Bulukumba. Sedangkan anak perempuannya sedang mandi.
"Kan Aiptu Abd Salam itu baru sampai di rumah kontrakan anaknya, istrinya kecapaian dan berbaring di tempat tidur anaknya. Tas ditaruh disampingnya sedangkan anaknya lagi mandi. Di saat itulah ada pencuri masuk dan mengambil tas itu," katanya.
Anak korban yang selesai mandi kemudian masuk ke kamarnya dan melihat jika tas milik ayahnya itu yang tadinya berada disamping ibunya sudah tidak ada dan saat itulah istri korban terbangun.
Kapolsek Rappocini AKP Muari yang menerima laporan itu kemudian memerintahkan anggotanya untuk mengejar pelaku karena senjata api organik milik polisi itu rawan disalahgunakan.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Malam pergantian tahun, Polda-Pemkot Makassar sepakati tak ada pesta kembang api
28 December 2025 21:01 WIB
Wali Kota Makassar mengajak ASN hidupkan api perjuangan di peringatan Hari Pahlawan
10 November 2025 14:54 WIB
Bambang Haryo apresiasi rencana Prabowo bangun jalur kereta api di luar Jawa
05 November 2025 10:27 WIB
Calon penumpang kereta tetap bisa lakukan perjalanan walau KTP hilang, ini syaratnya
23 August 2025 6:19 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
19 lapak PKL ditertibkan setelah 20 tahun berjualan di trotoar jalan Sultan Alauddin Makassar
29 January 2026 4:34 WIB
Lindungi potensi ekonomi, Kemenkum Sulbar dan PMD Polman percepat pendaftaran merek kolektif
29 January 2026 4:30 WIB
Puluhan kios terbakar di pasar Andi Tadda Palopo kerugian ditaksir Rp1 miliar
28 January 2026 12:57 WIB