Bapedalda Bantaeng sosialisasi kantong plastik berbayar
Senin, 7 Maret 2016 11:32 WIB
Ilustrasi--kantong plastik (Istimewa)
Bantaeng (ANTARA Sulsel) - Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Sosialisasi penerapan kantong plastik Berbayar di Bantaeng, Sabtu (5/3).
Bapedalda Bantaeng bekerjasama dengan seluruh ritel toko modern (Alfamidi, Alfamart, Indomaret) yang ada di Kabupaten Bantaeng.
Kepala Badan Penanggulangan Dampak Bencana Alam, H. Abdullah Taibe menyatakan bahwa sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan memberi pembelajaran kepada masyarakat untuk menggunakan sampah yang mudah terurai.
"Pemerintah telah berupaya melakukan berbagai program untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Kita sadari bersama sifat dan karakteristik sampah plastik, khususnya kantong plastik, sulit terurai secara alami di media lingkungan tanah dan air telah menimbulkan dampak serius dan nyata terhadap lingkungan hidup, flora dan fauna serta kesehatan manusia", kata Abdullah.
Selain itu, memperhatikan jumlah timbunan sampah kantong plastik yang terus meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir ini dimana lebih kurang 9,8 milyar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut hampir 95% kantong plastik tersebut menjadi sampah, tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantaeng H. Muh. Yasin menegaskan bahwa sejak dulu pemerintah telah berusaha mengembangkan berbagai macam program dan kegiatan dalam mengatasi berbagai permasalahan terkait sampah diantaranya adalah program Adipura.
Penghargaan Adipura merupakan lambang supremasi keberhasilan kab/kota dibidang kebersihan. Penghargaan Adipura tidak lepas dari kerja keras Pemerintah dan tingginya kesadaran warga masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.
"Pada kesempatan ini saya mengajak kepada Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat untuk mendukung secara nyata dan mengambil peran melalui Program Gerakan Indonesia Bersih 2020 dan Sulsel Go Green di Sulawesi Selatan. Seluruh komponen masyarakat dan pemerintah, diharapkan dapat lebih kreatif dalam menuangkan implementasi program aksi yang mampu mendukung dan mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang", ungkapnya.
Pada kegiatan tersebut, dilakukan pula Penandatanganan Pernyataan Kerjasama tentang Langkah Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar pada Usaha Ritel Modern di Kabupaten Bantaeng yang ditandatangani oleh Pimpinan Alfamidi Reddy Sintara, Pimpinan Alfamart Rahmat Hidayat, dan Pimpinan Indomaret Andi Juis, dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Bantaeng dan Kepala Bapedalda.
Turut hadir pada kegiatan tersebut pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang berkesempatan hadir.
Bapedalda Bantaeng bekerjasama dengan seluruh ritel toko modern (Alfamidi, Alfamart, Indomaret) yang ada di Kabupaten Bantaeng.
Kepala Badan Penanggulangan Dampak Bencana Alam, H. Abdullah Taibe menyatakan bahwa sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan memberi pembelajaran kepada masyarakat untuk menggunakan sampah yang mudah terurai.
"Pemerintah telah berupaya melakukan berbagai program untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Kita sadari bersama sifat dan karakteristik sampah plastik, khususnya kantong plastik, sulit terurai secara alami di media lingkungan tanah dan air telah menimbulkan dampak serius dan nyata terhadap lingkungan hidup, flora dan fauna serta kesehatan manusia", kata Abdullah.
Selain itu, memperhatikan jumlah timbunan sampah kantong plastik yang terus meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir ini dimana lebih kurang 9,8 milyar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut hampir 95% kantong plastik tersebut menjadi sampah, tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantaeng H. Muh. Yasin menegaskan bahwa sejak dulu pemerintah telah berusaha mengembangkan berbagai macam program dan kegiatan dalam mengatasi berbagai permasalahan terkait sampah diantaranya adalah program Adipura.
Penghargaan Adipura merupakan lambang supremasi keberhasilan kab/kota dibidang kebersihan. Penghargaan Adipura tidak lepas dari kerja keras Pemerintah dan tingginya kesadaran warga masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.
"Pada kesempatan ini saya mengajak kepada Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat untuk mendukung secara nyata dan mengambil peran melalui Program Gerakan Indonesia Bersih 2020 dan Sulsel Go Green di Sulawesi Selatan. Seluruh komponen masyarakat dan pemerintah, diharapkan dapat lebih kreatif dalam menuangkan implementasi program aksi yang mampu mendukung dan mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang", ungkapnya.
Pada kegiatan tersebut, dilakukan pula Penandatanganan Pernyataan Kerjasama tentang Langkah Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar pada Usaha Ritel Modern di Kabupaten Bantaeng yang ditandatangani oleh Pimpinan Alfamidi Reddy Sintara, Pimpinan Alfamart Rahmat Hidayat, dan Pimpinan Indomaret Andi Juis, dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Bantaeng dan Kepala Bapedalda.
Turut hadir pada kegiatan tersebut pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang berkesempatan hadir.
Pewarta :
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sulsel ganti pelampung botol plastik rumput laut dengan buoy ramah lingkungan
06 September 2025 5:26 WIB
PT Vale dan Menteri LHK edukasi warga daur ulang sampah plastik di Gowa Sulsel
03 June 2025 14:19 WIB
PLN Sulselrabar melakukan Program TJSL pengembangan furniture daur ulang
31 December 2024 18:06 WIB, 2024
Unhas menggelar penyuluhan pencemaran plastik dan budi daya rumput laut
10 November 2024 13:22 WIB, 2024
Ahli menjelaskan penyebab terdamparnya puluhan ekor paus di Alor NTT
25 September 2024 14:56 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Pemprov Sulsel serahkan santunan kepada keluarga Farhan korban kecelakaan ATR 42-500
27 January 2026 15:08 WIB
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB
Pemprov Sulsel percepat perbaikan ruas jalan Kalosi--Cece dan Malauwe--Surakan di Enrekang
25 January 2026 6:07 WIB