Elektoral lebih penting dalam Muswil PAN
Sabtu, 12 Maret 2016 6:58 WIB
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (kedua kanan) menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) IV DPW PAN Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (11/3) (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Makassar, (Antara) - Kepentingan elektoral lebih penting daripada regenerasi dalam Musyawarah Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan.
"Persoalan regenerasi dijadikan alat kampanye dalam menyikapi kepemimpinan Kakanda Drs. Ashabul Kahfi di DPW PAN Sulawesi Selatan," kata mantan Ketua Umum DPD IMM Sulsel, Razikin Juraid di Makassar, Sabtu.
Regenerasi merupakan hal penting bagi partai politik, akan tetapi persoalan elektoral jauh lebih penting bagi partai politik sekarang ini.
"Regenerasi akan menjadi agenda kosong jika mengganggu strategi elektoral," katanya.
Dua periode kepemimpinan Kahfi terbukti mampu menjaga elektabilitas PAN di Sulsel pada pemilu 2009 dan 2014.
"Elektabilitas PAN tersrbut tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Pak Kahfi dengan latar belakang sebagai Muhammadiyah dan kita tahu basis utama suara PAN adalah warga persyarikatan Muhammadiyah," katanya.
Jadi kalau kedepan DPW PAN Sulsel dipimpin oleh orang yang tidak dekat dengan Muhammadiyah apalagi bukan orang Muhammadiyah, maka suara PAN dipastikan merosot secara drastis.
Karena itu, ujar dia, kepentingan regenerasi perlu dipikir secara lebih matang dan jangan menjadikan isu regenerasi sebagai alat untuk menggantikan Pak Kahfi dari Ketua DPW PAN Sulsel.
"Persoalan regenerasi dijadikan alat kampanye dalam menyikapi kepemimpinan Kakanda Drs. Ashabul Kahfi di DPW PAN Sulawesi Selatan," kata mantan Ketua Umum DPD IMM Sulsel, Razikin Juraid di Makassar, Sabtu.
Regenerasi merupakan hal penting bagi partai politik, akan tetapi persoalan elektoral jauh lebih penting bagi partai politik sekarang ini.
"Regenerasi akan menjadi agenda kosong jika mengganggu strategi elektoral," katanya.
Dua periode kepemimpinan Kahfi terbukti mampu menjaga elektabilitas PAN di Sulsel pada pemilu 2009 dan 2014.
"Elektabilitas PAN tersrbut tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Pak Kahfi dengan latar belakang sebagai Muhammadiyah dan kita tahu basis utama suara PAN adalah warga persyarikatan Muhammadiyah," katanya.
Jadi kalau kedepan DPW PAN Sulsel dipimpin oleh orang yang tidak dekat dengan Muhammadiyah apalagi bukan orang Muhammadiyah, maka suara PAN dipastikan merosot secara drastis.
Karena itu, ujar dia, kepentingan regenerasi perlu dipikir secara lebih matang dan jangan menjadikan isu regenerasi sebagai alat untuk menggantikan Pak Kahfi dari Ketua DPW PAN Sulsel.
Pewarta :
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Bawaslu : 443 ASN terlapor terkait netralitas tahapan pemilu dan pilkada di Sulsel
01 September 2026 5:13 WIB
Ketahanan nasional di era disrupsi, HIMAPEM FISIP Unhas dorong kolaborasi lintas sektor
28 August 2026 8:52 WIB