Wagub Sulsel: Waspadai gini ratio
Rabu, 13 April 2016 17:05 WIB
Agus Arifin Nu`mang (ANTARA FOTO/Nurhaya J Panga)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel) Agus Arifin Nu`mang mengatakan pihaknya mewaspadai angka Gini Ratio yang menggambarkan kesenjangan pendapatan di Sulsel.
"Selama delapan tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Sulsel secara konsisten berada antara tujuh sampai delapan persen, namun indeks gini ratio Sulsel masih berada pada 0,42. Ini perlu kita waspadai," kata Agus di Makassar, Rabu.
Meski menunjukkan trend penurunan dari 0,43 di tahun 2013 ke 0,42 di tahun 2014, kisaran gini ratio Sulsel masih tergolong tinggi. Sebagai gambaran Arab Spring (kerusuhan besar di Timur Tengah) dimulai ketika gini ratio (derajat ketimpangan) mencapai 0,45.
"Ke depan kita berharap Gini ratio bisa ditekan hingga di bawah 0,4," ujarnya.
Untuk itu, lanjutnya, paradigma pembangunan ekonomi Sulsel tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan tetapi yang lebih penting adalah menjamin pemerataan pembangunan.
"Salah satunya dengan menggenjot pembangunan infrastruktur, untuk memperlancar arus barang dan jasa sehingga merangsang munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru," jelasnya.
Untuk menghubungkan Kabupaten Bone dan Kabupaten Maros misalnya, Pemprov saat ini tengah menggenjot pembangunan jalan layang Camba.
Pihaknya juga akan memprioritaskan Anggaran Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur desa.
"Dana Desa diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi Sulsel, apalagi jumlahnya cukup besar, dengan kisaran Rp600 juta hingga Rp800 juta," kata Agus.
Ia berharap dana ini bisa segera digulirkan sehingga dapat menjadi faktor penggerak perputaran ekonomi di desa.
"Apalagi kita harapkan para pekerja yang mengerjakan proyek dan bahan-bahan yang digunakan berasal dari desa tersebut, sehingga uangnya benar-benar ada di desa," jelas wagub.
Pembangunan infrastruktur desa dari anggaran Dana Desa ini juga diharapkan membawa multiplier effect bagi pengentasan kemiskinan di desa.
Sementara itu Sekjend MPP Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulsel M. Jafar Hafsah mengatakan bahwa pemerataan pertumbuhan ekonomi perlu diupayakan secara khusus.
"Pertumbuhan Sulsel memang fantastis, tapi untuk memastikan pemerataan memang perlu diupayakan secara khusus," kata dia.
"Selama delapan tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Sulsel secara konsisten berada antara tujuh sampai delapan persen, namun indeks gini ratio Sulsel masih berada pada 0,42. Ini perlu kita waspadai," kata Agus di Makassar, Rabu.
Meski menunjukkan trend penurunan dari 0,43 di tahun 2013 ke 0,42 di tahun 2014, kisaran gini ratio Sulsel masih tergolong tinggi. Sebagai gambaran Arab Spring (kerusuhan besar di Timur Tengah) dimulai ketika gini ratio (derajat ketimpangan) mencapai 0,45.
"Ke depan kita berharap Gini ratio bisa ditekan hingga di bawah 0,4," ujarnya.
Untuk itu, lanjutnya, paradigma pembangunan ekonomi Sulsel tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan tetapi yang lebih penting adalah menjamin pemerataan pembangunan.
"Salah satunya dengan menggenjot pembangunan infrastruktur, untuk memperlancar arus barang dan jasa sehingga merangsang munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru," jelasnya.
Untuk menghubungkan Kabupaten Bone dan Kabupaten Maros misalnya, Pemprov saat ini tengah menggenjot pembangunan jalan layang Camba.
Pihaknya juga akan memprioritaskan Anggaran Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur desa.
"Dana Desa diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi Sulsel, apalagi jumlahnya cukup besar, dengan kisaran Rp600 juta hingga Rp800 juta," kata Agus.
Ia berharap dana ini bisa segera digulirkan sehingga dapat menjadi faktor penggerak perputaran ekonomi di desa.
"Apalagi kita harapkan para pekerja yang mengerjakan proyek dan bahan-bahan yang digunakan berasal dari desa tersebut, sehingga uangnya benar-benar ada di desa," jelas wagub.
Pembangunan infrastruktur desa dari anggaran Dana Desa ini juga diharapkan membawa multiplier effect bagi pengentasan kemiskinan di desa.
Sementara itu Sekjend MPP Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulsel M. Jafar Hafsah mengatakan bahwa pemerataan pertumbuhan ekonomi perlu diupayakan secara khusus.
"Pertumbuhan Sulsel memang fantastis, tapi untuk memastikan pemerataan memang perlu diupayakan secara khusus," kata dia.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulsel mulai bangun 52,15 km jalan provinsi lintasi Gowa hingga Takalar
11 February 2026 7:40 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Gubernur Sulsel dorong budaya hidup sehat melalui gerakan ASRI dan Anti Mager
08 February 2026 19:31 WIB