DPP Makassar Vaksin 135 Sapi Terkait Antraks
Kamis, 26 Januari 2017 20:10 WIB
Makassar (Antara Sulsel) - Dinas Perikanan dan Pertanian (DPP) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melakukan pemeriksaan serta memvaksin 135 ekor sapi milik warga di Kelurahan Tamangapa, Manggala, terkait dengan penyakit antraks di Jawa.
"Pemeriksaan serta pemberian vaksin terjadap ternak milik warga yang berada di sekitar rumah potong hewan (RPH)," kata Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar Abdul Rahman Bando di Makassar, Kamis.
Ia mengatakan bahwa pemberian vaksin terhadap ternak milik warga itu sekaligus pemberian kartu kontrol yang bertujuan memberikan kartu identitas ternak sebagai tanda kepemilikan hewan.
Rahman mejelaskan bahwa pemberian kartunisasi ternak kepada para pemilik sapi itu agar memudahkan petugas atau bidang kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) Dinas Perikanan dan Pertanian melakukan penelusuran penyakit pada ternak warga.
"Kami sudah ada data berapa sapi yang diternakkan oleh warga dan berapa yang sudah divaksin. Dengan kartu kontrolnya, akan memudahkan kami melakukan penelusuran jika kemungkinan nanti terjadi apa-apa," katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin yang dilakukannya, dia mengklaim jika di Makassar tidak ada penyakit atau endemik yang menyerang ternak warga baik sapi, kambing, maupun unggas.
Adik Bupati Enrekang itu juga mengaku jika lalu lintas hewan, baik yang keluar maupun masuk, selalu diperiksa oleh tim kesehatan dari bidang peternakan.
"Insya Allah, semuanya masih terkontrol karena memang tim saya rutin melakukan kontrol dan pengawasan. Begitu juga dengan lalu lintas ternak yang masuk dan keluar," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Azis mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 35.000 vaksin untuk mengantisipasi terjadinya kasus antraks pada ternak di Sulsel.
"Untuk mengantisipasi antraks ini, kami menyiapkan 35.000 vaksin, khususnya di daerah endemik yang pernah ditemukan ada kasus antraks, seperti di Pinrang, dan daerah sekitarnya, seperti Sidrap dan Soppeng," katanya.
Menurut Abdul Azis, sejauh ini khusus di wilayah Sulsel belum ada laporan mengenai kasus antraks, seperti yang terjadi di Pulau Jawa dengan menyerang ternak warga.
"Biasanya kalau ada kasus, kita langsung mendapat laporan melalui telepon, kami sudah memiliki prosedur operasi standar untuk kasus-kasus seperti ini," jelasnya.
Meski demikian, lanjut dia, para petugas kesehatan hewan terus mewaspadai kemungkinan penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis ini.
"Pemeriksaan serta pemberian vaksin terjadap ternak milik warga yang berada di sekitar rumah potong hewan (RPH)," kata Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar Abdul Rahman Bando di Makassar, Kamis.
Ia mengatakan bahwa pemberian vaksin terhadap ternak milik warga itu sekaligus pemberian kartu kontrol yang bertujuan memberikan kartu identitas ternak sebagai tanda kepemilikan hewan.
Rahman mejelaskan bahwa pemberian kartunisasi ternak kepada para pemilik sapi itu agar memudahkan petugas atau bidang kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) Dinas Perikanan dan Pertanian melakukan penelusuran penyakit pada ternak warga.
"Kami sudah ada data berapa sapi yang diternakkan oleh warga dan berapa yang sudah divaksin. Dengan kartu kontrolnya, akan memudahkan kami melakukan penelusuran jika kemungkinan nanti terjadi apa-apa," katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin yang dilakukannya, dia mengklaim jika di Makassar tidak ada penyakit atau endemik yang menyerang ternak warga baik sapi, kambing, maupun unggas.
Adik Bupati Enrekang itu juga mengaku jika lalu lintas hewan, baik yang keluar maupun masuk, selalu diperiksa oleh tim kesehatan dari bidang peternakan.
"Insya Allah, semuanya masih terkontrol karena memang tim saya rutin melakukan kontrol dan pengawasan. Begitu juga dengan lalu lintas ternak yang masuk dan keluar," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Azis mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 35.000 vaksin untuk mengantisipasi terjadinya kasus antraks pada ternak di Sulsel.
"Untuk mengantisipasi antraks ini, kami menyiapkan 35.000 vaksin, khususnya di daerah endemik yang pernah ditemukan ada kasus antraks, seperti di Pinrang, dan daerah sekitarnya, seperti Sidrap dan Soppeng," katanya.
Menurut Abdul Azis, sejauh ini khusus di wilayah Sulsel belum ada laporan mengenai kasus antraks, seperti yang terjadi di Pulau Jawa dengan menyerang ternak warga.
"Biasanya kalau ada kasus, kita langsung mendapat laporan melalui telepon, kami sudah memiliki prosedur operasi standar untuk kasus-kasus seperti ini," jelasnya.
Meski demikian, lanjut dia, para petugas kesehatan hewan terus mewaspadai kemungkinan penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis ini.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gunung Kidul vaksin 11.616 ekor ternak yang terpapar antraks di Gunung Kidul
21 January 2020 7:54 WIB, 2020
Pakar Mikrobiologi UGM menduga spora antraks nyaman tumbuh di tanah kapur
18 January 2020 15:20 WIB, 2020
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB