
Sapi terkena antraks di Pinrang segera dimusnahkan

Semua ternak yang mati karena virus antraks harus segera di kubur dalam tanah...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 33 ekor sapi dan lima ekor kerbau yang mati mendadak disebabkan terkena virus Antraks di Dusun Pelita, Desa Malimpung, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan segera dimusnahkan dengan cara dikubur di dalam tanah.
"Semua ternak yang mati karena virus antraks harus segera di kubur dalam tanah untuk proses pembusukan alami," kata Kabid Kesehatan Hewan dan Veteriner, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pinrang, Haeriyah saat dikonfirmasi dari Makassar, Jumat .
Ia menyebutkan telah melakukan langkah antisipatif dengan memberikan vaksin kepada ratusan sapi di dua desa, seperti Desa Malimpung dan Desa Padang Loang agar tidak berdampak pada penularan secara massal.
"Sejak kemarin sampai hari ini kami terus memvaksinasi ratusan sapi dan kerbau di wilayah tersebut agar tidak sampai menularkan kepada ternak lainnya," tambahnya.
Kejadian pertama di Kabupaten Pinrang dalam sejarah di Sulsel tersebut masuk dalam status Kejadian Luar Biasa hingga mematikan langsung 33 ekor sapi dan lima kerbau.
Kapolres Pinrang AKBP Adri Irniadi saat dihubungi mengatakan pihak kepolisian akan turut membantu dalam hal pemusnahan. Selain itu telah diinstruksikan seluruh personil Babinkamtibmas agar mengimbau warga setempat untuk terus waspada mengkonsumsi daging ternak khusunya sapi.
"Untuk teknis pemusnahan itu kewenangan Pemeritah Kabupaten Pinrang, kami hanya membantu memusnahkan ternak yang mati dengan cara dibakar atau ditanam," katanya.
Warga juga diminta, lanjut Adri, agar terus waspada dalam hal pembelian daging dan mengkonsumsi daging sapi yang bisa saja terjangkit virus tersebut.
"Sebaiknya bila ditemukan adanya sapi mati mendadak segera dilaporkan untuk dilakukan pengamanan. Warga juga diharapkan membantu memusnahkan sapi yang sudah terkena antraks, jangan dikonsumsi karena berbahaya bagi kesehatan," harapnya.
Sebelumnya, peristiwa itu sempt menggegerkan warga Pinrang. Tim Pemeriksa dari Dinas Pertanian dan Peternakan Pinrang mengambil sampel berupa Limpah dan tanah dimana sapi tersebut ditemukan mati mendadak. Sapi pertama diketahui milik La Nohong, salah seorang peternak sapi di Malimpung.
Setelah hasil itu diketahui positif terkena virus Antrax. Dinas kesehatan kemudian meminta agar lokasi tempat matinya sapi dilakukan isolasi.
Berdasarkan data kepolisian setempat, Sainuddin merupakan pemilik sapi terbanyak mati mendadak berjumlah, 21 ekor, disusul Nohong enam ekor, Tajawi dua ekor dan Hj Jenne dan La Juma masing-masing satu ekor. Sementara Kerbau Hj Jenne tiga ekor, Labaji dan Lanapi masing-masing satu ekor.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
