UIN Alauddin Godok E-BKD Permudah Akses Data
Rabu, 1 Maret 2017 22:24 WIB
Makassar (Antara Sulsel) - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggodok Elektronik-Beban Kerja Dosen (E-BKD) sebagai upaya untuk lebih mempermudah mengakses data, sekaligus meningkatkan kinerja dan profesionalisme setiap dosen.
Ketua Lemaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Alauddin, Prof Ghalib di Makassar, Rabu, menyatakan untuk mewujudkan penerapan E-BKD dengan skema remunerasi di UIN agar sesuai dengan aturan yang ada, maka pihaknya sengaja melibatkan dan bekerjasama dengan Pustipad UIN Alauddin.
"Pustipad telah menyiapkan E-BKD, paling ramai dibicarakan selama ini baik di dunia nyata dan dunia maya tentang remunerasi. Hal Ini iuga terkait juga Beban Kerja Dosen (BKD)," ucapnya.
Ketua LPM, Prof Ghalib berharap agar E-BKD dapat berjalan lancar karena hal ini terkait dengan inspektorat jika ada temuan dari kesalahan.
Ia menambahkan bahwa terdapat transisi yang selama ini dilakukan dibawah koordinasi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dari pola yang biasa. "Semuanya untuk memudahkan mengakses data," harapnya.
Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Alauddin Makassar, Zulfahmi Alwi, menyatakan laporan Beban Kerja Dosen (BKD) merupakan kegiatan tridharma perguruan tinggi yang dilakukan oleh dosen yang meliputi bidang Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Penunjang Kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.
Oleh karena itu, menurut dia, BKD harus terdistribusi secara proposional dan terukur pada semua bidang kegiatan tridharma perguruan tinggi. BKD tersebut, lanjut dia, memang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme dosen.
Penerima BKD ialah dosen tetap (pns, kontrak, bukan pns), guru besar, asesor BKD, pihak lain yang berkepentingan.
Dirinya juga menjelaskan jika format BKD dibuat secara manual dan online, semua bukti pendukung di upload pada portal SDM UIN Alauddin, serta khusus buku, jurnal dan penelitian diserahkan bukti fisiknya bersama laporan BKD.
"Kinerja yang dilaporkan adalah kinerja yang dilakukan pada semester berjalan bukan rekam jejaknya," kata Zulfahmi.
Ketua Lemaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Alauddin, Prof Ghalib di Makassar, Rabu, menyatakan untuk mewujudkan penerapan E-BKD dengan skema remunerasi di UIN agar sesuai dengan aturan yang ada, maka pihaknya sengaja melibatkan dan bekerjasama dengan Pustipad UIN Alauddin.
"Pustipad telah menyiapkan E-BKD, paling ramai dibicarakan selama ini baik di dunia nyata dan dunia maya tentang remunerasi. Hal Ini iuga terkait juga Beban Kerja Dosen (BKD)," ucapnya.
Ketua LPM, Prof Ghalib berharap agar E-BKD dapat berjalan lancar karena hal ini terkait dengan inspektorat jika ada temuan dari kesalahan.
Ia menambahkan bahwa terdapat transisi yang selama ini dilakukan dibawah koordinasi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dari pola yang biasa. "Semuanya untuk memudahkan mengakses data," harapnya.
Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Alauddin Makassar, Zulfahmi Alwi, menyatakan laporan Beban Kerja Dosen (BKD) merupakan kegiatan tridharma perguruan tinggi yang dilakukan oleh dosen yang meliputi bidang Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Penunjang Kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.
Oleh karena itu, menurut dia, BKD harus terdistribusi secara proposional dan terukur pada semua bidang kegiatan tridharma perguruan tinggi. BKD tersebut, lanjut dia, memang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme dosen.
Penerima BKD ialah dosen tetap (pns, kontrak, bukan pns), guru besar, asesor BKD, pihak lain yang berkepentingan.
Dirinya juga menjelaskan jika format BKD dibuat secara manual dan online, semua bukti pendukung di upload pada portal SDM UIN Alauddin, serta khusus buku, jurnal dan penelitian diserahkan bukti fisiknya bersama laporan BKD.
"Kinerja yang dilaporkan adalah kinerja yang dilakukan pada semester berjalan bukan rekam jejaknya," kata Zulfahmi.
Pewarta : Abd Kadir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Milad 2 Dekade Prodi Jurnalistik UIN Alauddin : Jejak leluhur di balik aksara
05 December 2025 21:37 WIB
Menteri Agama siapkan forum memperkuat konsep solusi perdamaian di Gaza Palestina
17 November 2025 14:20 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemarau panjang, Gubernur Sulsel bersama ribuan warga shalat minta hujan
08 September 2026 17:32 WIB