Bandara Bulukumba Tinggal Menunggu Keputusan Kemenhub
Rabu, 20 Desember 2017 0:21 WIB
Ilustrasi Bandara (Antara News)
Bulukumba (Antara Sulsel) - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bulukumba Andi Kurniady menyatakan, penetapan anggaran pembangunan Bandar udara (Bandara) Bulukumba, masih menunggu keputusan Kementerian Perhubungan.
"Rencana pembangunan bandara yang berlokasi di Kecamatan Bontobahari tersebut akan melayani beberapa penerbangan di Indonesia. Kami masih menunggu keputusan Kementerian Perhubungan terkait tenetepan anggaran pembangunan bandara itu,' kata Andi Kurniady, di Bulukumba, Selasa.
Pemkab Bulukumba kata dia, sudah melayangkan surat ke Kemenhub melalui otoritas Bandara Sulthan Hasanuddin Makassar.
Surat tersebut lanjut Andi Kurniady berupa persetujuan untuk pembangunan bandara di Kabupaten Bulukumba.
Meskipun pembangunan tidak dianggarkan melalui APBD Bulukumba namun tambahnya, tetap harus masuk dalam risalah pembangunan Dishub.
"Memang bukan kami yang membangun tetapi kami hanya menyiapkan lahan. Namun, ini tetap harus diketahui daerah," katanya.
Ia menyatakan bahwa pembangunan bandara tersebut akan menggunakan anggaran APBN dan saat ini tinggal menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan terkait persetujuan pembangunannya.
"Keberadaan bandara ini penting guna menunjang akses kepariwisataan Bulukumba ke depannya. Apalagi Bulukumba punya kawasan wisata pantai Tanjung Bira, wisata budaya Ammatoa Kajang dan beberapa wisata lainnya. Jadi, kami hanya menunggu Kemenhub saja," kata mantan Kepala Disdukcapil Bulukumba tersebut.
Sejak tahun 2014 pemerintah Kabupaten Bulukumba telah menganggarkan hingga Rp2 miliar untuk desain bandara itu.
Hanya saja lanjutnya, anggaran yang dialokasi tersebut ditarik kembali di APBD-Perubahan, sebab pembangunan tidak mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan.
"Memang pernah dianggarkan tetapi ditarik kembali pada APBD, besaran anggaran saya tidak tahu," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangky, mengatakan, pihaknya tidak terlalu mengetahui terkait anggaran pembangunan bandara itu.
"Kalau soal anggarannya, saya tidak tahu itu. Kalau mau lebih jelas silahkan hubungi ketua komisi C," ujar Hamzah dihubungi melalui telepon genggamnya.
"Rencana pembangunan bandara yang berlokasi di Kecamatan Bontobahari tersebut akan melayani beberapa penerbangan di Indonesia. Kami masih menunggu keputusan Kementerian Perhubungan terkait tenetepan anggaran pembangunan bandara itu,' kata Andi Kurniady, di Bulukumba, Selasa.
Pemkab Bulukumba kata dia, sudah melayangkan surat ke Kemenhub melalui otoritas Bandara Sulthan Hasanuddin Makassar.
Surat tersebut lanjut Andi Kurniady berupa persetujuan untuk pembangunan bandara di Kabupaten Bulukumba.
Meskipun pembangunan tidak dianggarkan melalui APBD Bulukumba namun tambahnya, tetap harus masuk dalam risalah pembangunan Dishub.
"Memang bukan kami yang membangun tetapi kami hanya menyiapkan lahan. Namun, ini tetap harus diketahui daerah," katanya.
Ia menyatakan bahwa pembangunan bandara tersebut akan menggunakan anggaran APBN dan saat ini tinggal menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan terkait persetujuan pembangunannya.
"Keberadaan bandara ini penting guna menunjang akses kepariwisataan Bulukumba ke depannya. Apalagi Bulukumba punya kawasan wisata pantai Tanjung Bira, wisata budaya Ammatoa Kajang dan beberapa wisata lainnya. Jadi, kami hanya menunggu Kemenhub saja," kata mantan Kepala Disdukcapil Bulukumba tersebut.
Sejak tahun 2014 pemerintah Kabupaten Bulukumba telah menganggarkan hingga Rp2 miliar untuk desain bandara itu.
Hanya saja lanjutnya, anggaran yang dialokasi tersebut ditarik kembali di APBD-Perubahan, sebab pembangunan tidak mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan.
"Memang pernah dianggarkan tetapi ditarik kembali pada APBD, besaran anggaran saya tidak tahu," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangky, mengatakan, pihaknya tidak terlalu mengetahui terkait anggaran pembangunan bandara itu.
"Kalau soal anggarannya, saya tidak tahu itu. Kalau mau lebih jelas silahkan hubungi ketua komisi C," ujar Hamzah dihubungi melalui telepon genggamnya.
Pewarta : Syamsurya Pratama
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Pemprov Sulsel serahkan santunan kepada keluarga Farhan korban kecelakaan ATR 42-500
27 January 2026 15:08 WIB
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB
Pemprov Sulsel percepat perbaikan ruas jalan Kalosi--Cece dan Malauwe--Surakan di Enrekang
25 January 2026 6:07 WIB