Sulbar mendorong pengembangan olahan rotan
Rabu, 21 Maret 2018 21:20 WIB
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (kiri) saat melakukan peninjauan di Pusat Pengolahan Rotan Mamuju, di Mamuju Sulbar, Rabu (21/3). (FOTO/Humas Pemprov Sulbar)
Mamuju (Antaranews Sulbar) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan mendorong pengembangan olahan rotan sebagai implementasi misi pemerintah setempat, yakni "One Village One Product" atau satu desa satu produk.
"Kami bertekad mendorong misi satu desa satu produk. Jadi saat ini kami terus mengupayakan bagaimana caranya industri rotan bisa maju sehingga petani rotan di daerah ini kembali bersemangat," kata Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar saat meninjau Pusat Pengolahan Rotan Mamuju (PPRM), Rabu.
"Jadi, rotan itu akan diolah menjadi produk yang berkualitas sehingga produk tersebut bisa masuk ke sekolah-sekolah dan kantor-kantor. Semua produk bersumber dari sini, itu yang kami harapkan," terangnya.
Untuk mendapatkan produk yang kualitas kata Gubernur, harus didukung dengan peralatan baik.
Di PPRM yang terletak di Tasiu, lanjut dia, peralatannya sudah tersedia tetapi belum terkelola dengan baik.
"Peralatannya sudah bagus dan mesinnya juga tidak ada yang rusak. SDM juga sudah ada, tinggal ditingkatkan lagi. Kami akan coba memperbaiki PPRM ini sebab selama ini tidak berjalan maksimal. Insya Allah minggu depan sudah bagus," tutur Ali Baal Masdar.
Ia menyatakan, akan mempekerjakan tenaga profesional untuk memaksimalkan kembali pabrik pengolahan rotan tersebut.
Hal yang sama, kata dia, akan dilakukan untuk pengembangan produk di bidang lain, seperti produk-produk kehutanan yang juga akan dikembangkan, diantaranya gula aren atau gula merah yang bisa bisa diminum bersama kopi.
Begitu juga pengembangan sektor perikanan tambah Gubernur, akan dikembangkan pengolahan ikan menjadi abon dan pada sektor perkebunan mengolah beras menjadi tepung, coklat diolah menjadi coklat bubuk atau permen coklat, kemudian kelapa dibuat santan.
"Semua sektor itu akan kami dorong sehingga nantinya akan melahirkan pengusaha-pengusaha kecil yang menjadi pengusaha besar. Begitu juga pengembangan produk kain melalui pemanfaatan ATBM (alat tenun bukan mesin)," jelas Ali Baal Masdar.
Pemerintah Provinsi Sulbar, kata Gubernur, akan melatih para pekerja sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas.
"Kami juga akan menggandeng Perusda agar produk yang dihasilkan bisa dikomersilkan termasuk mengekspor produk hasil para pengrajin. Selain dipakai sendiri, produk itu juga akan dijual di Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat karena sudah ada pelanggan produk daerah ini disana. Jadi, kami sudah punya produk hasil olahan siap jual, baik yang setengah jadi maupun dalam bentuk barang jadi," kata Ali Baal Masdar..
"Kami bertekad mendorong misi satu desa satu produk. Jadi saat ini kami terus mengupayakan bagaimana caranya industri rotan bisa maju sehingga petani rotan di daerah ini kembali bersemangat," kata Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar saat meninjau Pusat Pengolahan Rotan Mamuju (PPRM), Rabu.
"Jadi, rotan itu akan diolah menjadi produk yang berkualitas sehingga produk tersebut bisa masuk ke sekolah-sekolah dan kantor-kantor. Semua produk bersumber dari sini, itu yang kami harapkan," terangnya.
Untuk mendapatkan produk yang kualitas kata Gubernur, harus didukung dengan peralatan baik.
Di PPRM yang terletak di Tasiu, lanjut dia, peralatannya sudah tersedia tetapi belum terkelola dengan baik.
"Peralatannya sudah bagus dan mesinnya juga tidak ada yang rusak. SDM juga sudah ada, tinggal ditingkatkan lagi. Kami akan coba memperbaiki PPRM ini sebab selama ini tidak berjalan maksimal. Insya Allah minggu depan sudah bagus," tutur Ali Baal Masdar.
Ia menyatakan, akan mempekerjakan tenaga profesional untuk memaksimalkan kembali pabrik pengolahan rotan tersebut.
Hal yang sama, kata dia, akan dilakukan untuk pengembangan produk di bidang lain, seperti produk-produk kehutanan yang juga akan dikembangkan, diantaranya gula aren atau gula merah yang bisa bisa diminum bersama kopi.
Begitu juga pengembangan sektor perikanan tambah Gubernur, akan dikembangkan pengolahan ikan menjadi abon dan pada sektor perkebunan mengolah beras menjadi tepung, coklat diolah menjadi coklat bubuk atau permen coklat, kemudian kelapa dibuat santan.
"Semua sektor itu akan kami dorong sehingga nantinya akan melahirkan pengusaha-pengusaha kecil yang menjadi pengusaha besar. Begitu juga pengembangan produk kain melalui pemanfaatan ATBM (alat tenun bukan mesin)," jelas Ali Baal Masdar.
Pemerintah Provinsi Sulbar, kata Gubernur, akan melatih para pekerja sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas.
"Kami juga akan menggandeng Perusda agar produk yang dihasilkan bisa dikomersilkan termasuk mengekspor produk hasil para pengrajin. Selain dipakai sendiri, produk itu juga akan dijual di Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat karena sudah ada pelanggan produk daerah ini disana. Jadi, kami sudah punya produk hasil olahan siap jual, baik yang setengah jadi maupun dalam bentuk barang jadi," kata Ali Baal Masdar..
Pewarta : Amirullah
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulbar salurkan dana hibah lembaga keagamaan sebesar Rp19,6 miliar
29 April 2022 11:08 WIB, 2022
Pemprov Sulbar tingkatkan harkat dan martabat penyandang masalah sosial
19 April 2022 14:31 WIB, 2022
Gubernur dorong SDM Sulbar miliki daya saing tinggi di bidang industri
12 April 2022 17:23 WIB, 2022
Gubernur harap pembangunan Sulbar konsisten pada dokumen RPD 2023-2026
12 April 2022 14:09 WIB, 2022
Gubernur Sulbar : Rumah adat Mambi di Mamasa jadi media pembentukan karakter berbudaya
11 March 2022 21:45 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
SAR evakuasi 101 kantong jenazah korban longsor Cisarua hingga hari ke-20
12 February 2026 15:42 WIB
Kehilangan uang, Seorang guru SD di jember tega menanggalkan pakaian 22 siswanya
12 February 2026 15:24 WIB