Menristekdikti Dorong Unhas Masuk 500 Besar Dunia
Jumat, 27 April 2018 23:48 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir memberikan sambutan pada acara pelantikan Kektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Palubuhu MA di Gedung AP Pettarani Unhas Makassar, Jumat (27/4). ANTARA FOTO/Abdul Kadir
Makassar (Antaranews Sulsel) - Menristek Dikti Mohamad Nasir mendorong Universitas Hasanudin untuk masuk 500 besar dunia mengikuti beberapa kampus lain di Indonesia.
Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan itu ketika menghadiri pelantikan Prof Dr Dwia Aries Tina Palubuhu MA sebagai rektor Unhas di Gedung AP Pettarani Makassar, Jumat.
"Tanggung jawab rektor kedepannya tidak ringan. Persaingan yang begitu hebat membuat kampus dituntut mampu melakukan inovasi dan kreativitas. Kita dorong bagaimana Unhas bisa masuk kelas dunia, "jelasnya.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi di Indonesia memang dituntut untuk dapat bersaing di kelas dunia. Untuk melakukan itu tentu ada upaya yang wajib dilakukan diantaranya publikasi internasional.
Menurut dia, satu riset yang dikembangkan secara optimal tentunya begitu penting karena muaranya tidak lain demi untuk masa depan.
Kondisi terbatasnya perguruan tinggi di tanah air yang mampu masuk dalam daftar 500 besar dunia juga harus menjadi perhatian dan tantangan bagi setiap kampus termasuk Unhas untuk berbenah.
"Saya berharap Unhas menjadi pelopor di Kawasan Timur Indonesia untuk masuk kelas dunia. Untuk itu riset dan inovasi harus terus dikembangkan dan itu tentunya butuh kerja keras," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengaku bangga setelah Unhas pertama kalinya memiliki rektor melalu proses aklamasi.
Dengan terpilihnya kembali Prof Dwia Aries Tina, maka diharapkan dengan pengalaman pada empat tahun lalu, membuat rektor bisa lebih memahami dan menguasai akan apa saja yang perlu dilakukan guna membawa kampus itu masuk dalam jajaran perguruan tinggi elit di dunia.
Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan itu ketika menghadiri pelantikan Prof Dr Dwia Aries Tina Palubuhu MA sebagai rektor Unhas di Gedung AP Pettarani Makassar, Jumat.
"Tanggung jawab rektor kedepannya tidak ringan. Persaingan yang begitu hebat membuat kampus dituntut mampu melakukan inovasi dan kreativitas. Kita dorong bagaimana Unhas bisa masuk kelas dunia, "jelasnya.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi di Indonesia memang dituntut untuk dapat bersaing di kelas dunia. Untuk melakukan itu tentu ada upaya yang wajib dilakukan diantaranya publikasi internasional.
Menurut dia, satu riset yang dikembangkan secara optimal tentunya begitu penting karena muaranya tidak lain demi untuk masa depan.
Kondisi terbatasnya perguruan tinggi di tanah air yang mampu masuk dalam daftar 500 besar dunia juga harus menjadi perhatian dan tantangan bagi setiap kampus termasuk Unhas untuk berbenah.
"Saya berharap Unhas menjadi pelopor di Kawasan Timur Indonesia untuk masuk kelas dunia. Untuk itu riset dan inovasi harus terus dikembangkan dan itu tentunya butuh kerja keras," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengaku bangga setelah Unhas pertama kalinya memiliki rektor melalu proses aklamasi.
Dengan terpilihnya kembali Prof Dwia Aries Tina, maka diharapkan dengan pengalaman pada empat tahun lalu, membuat rektor bisa lebih memahami dan menguasai akan apa saja yang perlu dilakukan guna membawa kampus itu masuk dalam jajaran perguruan tinggi elit di dunia.
Pewarta : Abd Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dirjen Dikti siapkan anggaran pengembangan Institut Teknologi Habibie di Parepare
14 March 2022 11:52 WIB, 2022
Institut Teknologi Sains Muhammadiyah resmi beroperasi di Kepulauan Selayar
11 March 2022 21:09 WIB, 2022
Kemendikbud : Kedaireka merupakan wadah kolaborasi kampus dan industri
08 December 2020 18:29 WIB, 2020
Terpopuler - Iptek
Lihat Juga
Menristek: Forum Indonesia-Prancis tingkatkan iklim penelitian di Indonesia
31 October 2019 12:09 WIB, 2019