Logo Header Antaranews Makassar

BPTD Sulselbar: mayoritas bus tidak laik jalan

Senin, 4 Juni 2018 12:08 WIB
Image Print
Ilustrasi Bus (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mendeteksi mayoritas bus di wilayah itu belum laik jalan atau belum memenuhi persyaratan sesuai peraturan.

Kepala BPTD Wilayah XIX Sulselbar Benny Nurdin Yusuf di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, mengatakan sejak 22 Mei pihaknya melakukan ramp chek khusus pada bus-bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antarprovinsi (AKAP) yang berada di Kota Daeng.

"Sampai saat ini ramp check yang dilakukan oleh tim BPTD di pool dan Terminal Regional Daya yakni sebanyak 81 kendaraan, dan yang baru dipasangi sticker inspeksi keselamatan LLAJ (ramp check) baru 9 kendaraan,"katanya.

Untuk kendaraan yang belum dipasangi sticker, kata dia, rata rata kekurangan pada aspek administrasi seperti habis masa uji berkala, kartu pengawasan berkala, penyimpangan trayek dan STNK.

Selain itu persyaratan teknis seperti, tidak dilengkapi sabuk keselamatan, ban gundul, sistem penerangan tidak sempurna dan wiper tidak berfungsi, juga tidak sedikit sehingga perlu segera diperbaiki.

"Untuk persoalan teknis seperti sabuk keselamatan yang tidak berfungsi itu mendominasi. Sementara sisanya seperti masalah ban kendaraan, lampu mundur, ban cadangan, kaca depan dan pemecah kaca," jelasnya.

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang tersebar di seluruh Indonesia sengaja dibentuk Kementerian Perhubungan yang bertugas mengelola terminal tipe A, jembatan timbang, pelabuhan penyeberangan, sampai dengan pengawasan bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) dan angkutan sewa di wilayah masing-masing.

Selain pengecekan kendaraan, BPTD Sulselbar juga melakukan pemeriksaan kesehatan para sopir yang akan bertugas pada musim mudik lebaran.

BPTD mengagendakan pemeriksaaan kondisi kesehatan para pengemudi bus pada H-7 di Terminal Regional Daya (TRD).

"Jadi khusus untuk agenda pemeriksaan kesehatan yang akan kami lakukan, kita libatkan pihak Jasa Raharja karena mereka juga punya tim medis yang bisa melakukan pemeriksaan para sopir,"katanya.

(T.KR-AKR/B/N002/N002) 04-06-2018 10:33:32



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026