Makassar hadirkan Islamic Tourism Expo Juli 2018

id Islamic Tourism Expo,bursa pameran perjalanan ibadah umroh,wisata religi,PT Arrayyan Multi Kreasi,H Muhammad Azhar Gazal ,makassar

Representative Leader, H Muhammad Azhar Gazal memberikan keterangan rencana pelaksanaan Islamic Tourism Expo (ITE) pada 5-6 Juli 2018 di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/6). ANTARA FOTO/Darwin Fatir/18.

Makassar (Antaranews Sulsel) - Kota Makassar dipilih penyelenggara PT Arrayyan Multi Kreasi melaksanakan kegiatan internasional bertajuk Islamic Tourism Expo (ITE) atau bursa pameran perjalanan ibadah umroh dan wisata religi ke berbagai negara muslim pada 5-6 Juli 2018.

"Kegiatan ini pertama kali digelar di Makassar. Mengapa Makassar, karena menjadi hub di wilayah Timur Indonesia, sertamelihat antusias masyarakat beribadah umrah dan haji termasuk kunjungan wisata religi sangat besar," papar Representative Leader, H Muhammad Azhar Gazal di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Kegiatan internasional ini akan digelar di Phinisi Ballroom Grand Clarion Hotel dan Convention Makassar awal Juli nanti. Berdasarkan data tahun lalu pelaksanaan ITE di Jakarta berhasil menyedot pengunjung 40 ribuan orang, dan tidak hanya diminati dari dalam negeri tapi juga luar negeri.

Tidak hanya itu, iminati ekhibitor dari berbagai negara, khususnya dari Timur Tengah, Afrika Utara, Central Asia, hingga Asia Timur akan dihadirkan di Makassar. Tahun lalu peserta pameran datang dari Negara Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Mesir, Jordania, Turki, Tunisia, Uzbekistan dan Malaysia.

"ITE masih menjadi primadona pameran haji, umroh dan wisata muslim terbesar di Indonesia, oleh karena itu Anda mau berangkat umrah atau haji atau wisata halal lainnya jangan buru-buru ambil keputusan, tunggu jadwal pameran ITE saja," ujarnya.

Ketua Celebes Turism Halal Community ini mengemukakan, untuk pelaksanaan kegiatan ruangan seluas dua ribu meter persegi telah disiapkan dan lebih dari 100 tenant dihadirkan dengan dibagi dua ruangan seperti B2B untuk bisnis to bisnis, baik peserta internasional dengan domestik yakni travel umroh dan haji.

Selanjutnya ruangan B2C untu bisnis ke konsumen dengan mempertemukan peserta pameran lokal domestik seperti agen umrah dan haji sebagai seller dan pengunjung sebagai buyer atau user.

Sedangkan bagi peserta berasal dari perbankan, airlines, hoteliers, travel agen penyelenggara umrah dan haji khusus, visa provider, catering service, perusahaan transportasi, NTO, Kedutaan Besar, pemerintah, asosiasi penyelenggara umrah dan haji khusus, dan travel support industri.

"Untuk target pengunjung kami tidak bisa prediksi, kemungkinan akan membludak, sebab pameran ini kami harapkan pengunjung bertransaksi, tidak hanya berkunjung. Kami yakin kegiatan ini mendapat respon besar masyarakat. Harapannya nilai transaksi diatas Rp30 miliar," harap dia.

Ketua Ampuri Sulsel ini menambahkan dengan hadirnya kegiatan ini menjadi peluang besar bagi pemerintah daerah untuk mempromosikan destinasi wisata lokal, mengingat peserta yang hadir nanti hampir didominasi dari negara Timur Tengah dan Eropa.

"Ini peluang besar yang harus ditangkap pemerintah, sebab mereka datang ke Makassar tentu punya tujuan selain berbisnis juga berwisata. Mereka senang sekali melihat air terjun dan pantai di Sulsel termasuk wilayah Indonesia Timur banyak destinasi seperti itu," beber Azhar.

Selain diikuti ekhibitor internasional, ITE juga diikuti puluhan biro perjalanan wisata dalam negeri, khususnya yang bergerak di bidang umrah, haji dan wisata muslim. Bagi mereka, ITE adalah kesempatan untuk mempromosikan produk mereka yang akan dipasarkan pada musim umrah dan musim libur mendatang.

Bagi konsumen, pameran ini merupakan kesempatan untuk membandingkan dan mendapatkan berbagai produk umrah dan wisata muslim dengan harga promosi atau harga terbaik. Konsumen akan merasa aman bertransaksi di pameran ini karena seluruh peserta pameran adalah biro perjalanan resmi berijin.

Tahun ini ITE sengaja digeser dari Jakarta ke Makassar, melihat tren pasar umrah dan wisata muslim yang kini mulai banyak bergeser ke daerah. Beberapa kota besar di Indonesia, mulai dari Medan, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin dan Makassar juga sudah memiliki penerbangan langsung ke Arab Saudi dan berbagai kota tujuan wisata muslim lainnya.

Posisi Makassar yang strategis membuat kota ini tumbuh menjadi kota metropolitan, yang menjadi titik penghubung dan pusat distribusi bagi provinsi dan kota-kota lain di Indonesia Timur.

"Pameran ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan umrah dan wisata muslim, tidak hanya untuk kota Makassar dan Sulawesi Selatan, tapi juga mendorong pertumbuhan wisata muslim di Indonesia Timur," tambahnya.

(T.M050/B/B012/B012) 07-06-2018 20:20:29
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar