Logo Header Antaranews Makassar

Polman Tempati Peserta KB Pria Tertinggi

Jumat, 6 November 2009 13:16 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Kabupaten Polman menempati urutan tertinggi dalam pencapaian peserta keluarga berencana (KB) pria di Sulawesi Barat (Sulbar) hingga September 2009.

Peserta KB baru pria saat ini mengalami peningkatan cukup signifikan di lima kabupaten, kata Kepala Bidang Pelatihan dan Informasi (FIK) BKKBN Sulbar Dra. A Ritamriani M.PD di mamuju Jumat.

Daerah yang paling meningkat pencapaian peserta KB pria adalah kabupaten Polman mencapai 4.525 jiwa, urutan kedua kabupaten Mamuju dengan capaian 2577 orang.

Sementara, kabupaten Mamuju Utara menempati posisi ketiga dengan tingkat pencapaian sebanyak 925 orang, menyusul kabupaten Majene sebanyak 688 orang dan terakhir adalah kabupaten Mamasa yang hanya mencapai angka 595 orang.

"Tingkat pencapaian peserta KB baru pria hingga saat ini telah menembus sebanyak 9.310 orang pada lima kabupaten di Sulbar," tuturnya.

Ia mengatakan, pada tahun sebelumnya peserta KB pria di Sulbar hanya mencapai angka sebanyak 2.289 orang. Ini berati pada tahuun ini telah mengalami peningkatan hingga 300 persen.

"Trend peserta KB baru pria itu mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dari tahun lalu. Ini berarti kesadaran pria untuk menggunakan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur mengalami peningkatan yang sangat memuaskan," imbuh dia.

Kepala BKKBN Sulbar, Dra.Hj. Rostiawaty Arhus, mengatakan, bahwa peserta KB baru pria menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan dalam rangka upaya mengantisipasi terjadinya ledakan penduduk.

"Jika pria juga ikut ber KB, maka jalan menuju keluarga sejahtera akan terbuka lebar," katanya.

Ia mengatakan, mitos banyak anak banyak rezeki untuk era saat ini sudah tidak berlaku, karena banyak anak justeru akan membawa jalan hidup bagi keluarga tersebut akan berpotensi menjadi masyarakat miskin akibat beban ekonomi yang akan ditanggung semakin tinggi.

"Jika ingin menuju keluarga sejahtera, maka jalan satu-satunya adalah mengatur jarak kelahiran anak dengan cara ikut dalam program KB," ujarnya.

(T.PSO-104/S016)