
Nama Mantan Gubernur Sultra Jadi Nama Jalan

Kendari (ANTARA Sulsel) - Nama mantan Gubernur Sulawesi Tenggara dua periode (1992-2002) Drs H La Ode Kaimoeddin (almarhum), sangat wajar bila diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.
Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) DPRD Sultra Syamsul Ibrahim di Kendari, Senin mengatakan, menyambut hari pahlawan 10 November 2009, pihaknya akan meprakarsai sekaligus mengusulkan agar nama La Ode Kaimoeddin yang dikenal sebagai tokoh pembangunan Sultra itu menjadi sama salah satu jalan di Kota Kendari.
"Sebagai bentuk pengharagaan warga Sultra, sudah saatnya bila nama mantan Gubernur Sultra La Ode Kaimoeddin itu diabadikan menjadi sebuah nama jalan di kota ini," katanya.
Menurut Syamsul, pemberian nama jalan dengan La Ode Kaimoeddin itu akan menjadi kenangan tersendiri bagi masyarakat Sultra, khususnya Kota Kendari.
Alasannya, saat pertama kali menjadi Gubernur Sultra, La Ode Kaimoeddin gencar membangun jaringan jalan di dalam Kota Kendari, sehingga ibu kota Sultra yang semula hanya memiliki satu jalan utama, kini menjadi banyak sekali jalan utama yang lebar dan tertata indah bak 'papan catur.'
Program lainnya yang sukses adalah pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui aplikasi srategi 'Lima Sehat Empat Sempurna.'
Program yang dilahirkan almarhum Kaimoeddin itu mendapat respon positif dari masyarakat Sultra sehingga program itu dikukuhkan dengan Keputusan DPRD Provinsi Sultra melalui Perda Nomor 13 Tahun 1998 dan Keputusan Gubernur Sultra No 21 Tahun 1999.
Program pemberdayaan ekonomi kerakyatan adalah upaya membangkitkan kesadaran rakyat untuk mendayagunakan semua potensi yang dimiliki dalam setiap ekonomi produktif untuk kemudian dinikmati secara bersama-sama oleh masyarakat Sultra saat ini.
Menurut Syamsul, masih banyak lagi terobosan pembanguan yang dilakukan Kaimoeddin yang kini dinikmati oleh seluruh warga Sultra.
Hal senada diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat yang juga mantan Ketua Legiun Veteran (LVRI) Sultra, HM Piabang yang mengatakan, untuk mengenang jasa mendiang mantan Gubernur Sultra La Ode Kaimoeddin itu sangat tepat bila diabadikan dengan sebuah nama jalan ataukah nama sebuah sarana umum lainnya.
Ia mengatakan, bagi masyararakt yang selalu menghargai jasa-jasa pahlawannya bukan lagi bentuk materi yang diberikan kepadanya, akan tetapi cukup namanya tercatat dalam sejarah.
"Oleh karena itu, sangatlah wajar bila nama mantan gubernur Sultra itu diabadikan sebuah nama jalan di kota ini," katanya.
(T.A056/R007)
