Logo Header Antaranews Makassar

Majene luncurkan progas di 10 sekolah dasar

Jumat, 20 Juli 2018 19:18 WIB
Image Print
Logo Pemkab Majene (Ist)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, meluncurkan program gizi anak sekolah (progas) di 10 sekolah dasar (SD) pada dua kecamatan di daerah itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Majene, Ashar Malik pada peluncuran progras tingkat Kabupaten Majene tahun 2018 di SDN 26 Pakkola, Jumat, mengatakan ke-10 SD yang mendapat intervensi melalui program itu, yakni lima sekolah di Kecamatan Malunda, masing-masing SDN No 1 Salutahongang, SDN 5 Bambangan, SDN 31 Rattepunga, SDN 39 Batususun, SDN 1 Sesende.

Sementara di Kecamatan Banggae, yakni SDN 51 Galung Paara, SDN 50 Konja, SDN 21 Pamboborang, SDN 20 Rangas serta SDN 26 Pakkola.

"Sebanyak 1.496 anak di 10 SD yang tersebar pada dua kecamatan mendapat intervensi program gizi anak sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung selama 108 hari, dengan metode pemberian makanan bergizi.

Pemberian makanan tersebut dimulai pada minggu ketiga bulan Juli sampai 30 November 2018," terang Ashar Malik.

Masing-masing anak, kata Ashar Malik, mendapat jatah Rp15.000 untuk konsumsi makanan bergizi setiap hari.

"Kalau dihitung secara rinci, biaya bahan pangan sebesar 75 persen, biaya bahan bakar 3 persen, biaya transportasi 7 persen, biaya kelompok masuk 12 persen, biaya manajmen 3 persen. Bentuk bantuan berupa uang tunai yang diberikan secara langsung ke sekolah masing-masing penerima bantuan melalui bank penyalur," jelas Ashar Malik.

Bupati Majene, Fahmi Massiara saat meluncurkan progas tersebut mengatakan, pelaksanaan 108 hari pemberian makanan bagi anak sekolah itu tidak terlepas dari peran sekolah serta OPD terkait.

"Misalnya, dinas kesehatan berperan melakukan pemantauan dan pembinaan terkait pengukuran berat dan tinggi badan siswa secara berkala, juga mengontrol menu makanan bergizi dan seimbang," tutur Fahmi Massiara.

Kemudian dinas pertanian dan peternakan, lanjutnya, berperan dalam pemberdayaan petani lokal khususnya ketersediaan kebutuhan program gizi anak sekolah dan TP PKK yang berkolaborasi dengan dinas pemberdayaan perempuan dalam melakukan pembinaan kepada tim masak progas di sekolah.

"Untuk ketersediaan ikan yang menjadi menu progas menjadi kewenangan dinas kelautan dan perikanan," ucapnya.

Berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), masih terdapat 100 kabupaten/kota dengan stunting (pertumbuhan terlambat, asupan gizi yang kurang).

Untuk itulah pada 2018 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar melaksanakan bantuan program gizi anak sekolah dasar, yang dilakukan melalui kegiatan pembinaan gizi, pemberian asupan gizi dan pendidikan karakter kesekolah dasar.

Sasaran yang terdata, sebanyak 100.136 siswa yang ada di 127 kecamatan di 100 kabupaten/kota se-Indonesia.



Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2026