Logo Header Antaranews Makassar

kepala sekolah diminta mewajibkan program ibadah

Minggu, 25 Maret 2018 22:25 WIB
Image Print
Pelaksana tugas Wali Kota Makassar Syamsul Rizal (dok Antara Sulsel)
Mulai sejak usia dini kita harus mengajarkan anak-anak kita tentang Islam, apalagi kita tahu bahwa masa depan bangsa ini sangat tergantung dari apa yang kita ajarkan kepada anak-anak kita hari ini

Makassar (Antaranews Sulsel) - Pelaksana Tugas Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Makassar untuk segera memberlakukan program wajib ibadah kepada anak didiknya.

"Mulai sejak usia dini kita harus mengajarkan anak-anak kita tentang Islam, apalagi kita tahu bahwa masa depan bangsa ini sangat tergantung dari apa yang kita ajarkan kepada anak-anak kita hari ini," ujar Syamsu Rizal di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, program wajib ibadah adalah salah satu cara untuk mendidik dan menghasilkan anak-anak yang memiliki intelektual, emosional dan spiritual seimbang agar menjadi bekal dalam keseharian anak-anak tersebut.

Deng Ical--sapaan akrab Syamsu Rizal mengaku semakin majunya zaman sekarang berbagai fenomena negatif yang dimunculkan oleh para anak-anak dan remaja, membuat dirinya dan para orang tua lainnya prihatin.

Karena itu, melalui program wajib ibadah yang diajarkan dari bangku sekolah tingkat dasar itu diharapkan akan berguna di masa depan.

"Melalui program wajib ibadah diharapkan dapat memberikan ilmu dan pengetahuan kepada anak-anak kita tentang nilai-nilai agama Islam. Dengan menanamkan nilai agama sejak usia dini maka kelak di kemudian hari generasi yang akan datang memiliki kematangan moral yang positif," katanya.

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh kepala sekolah untuk secepat mungkin menjalankan program wajib ibadah.

"Jadi sebelum dimulai aktivitas belajar terlebih dahulu anak-anak kita diajak untuk melaksanakan salat duha berjamaah, hal itu bertujuan agar kelak nanti anak-anak kita bisa menjadi menjadi generasi yang kuat dalam naluri keagamaannya," katanya.



Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026