
Dinkes Lengkapi Desa Dengan Poskesdes

Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, kini menyiapkan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).
Fasilitas yang kini sudah mencapai 26 unit pada 26 desa tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan desa mandiri di bidang kesehatan.
Jika tak ada aral melintang, 2010 diharapkan minimal 50 persen desa sudah memiliki Poskesdes sebab melalui fasilitas yang diketuai langsung para Kepala Desa (Kades) dan Lurah ini, masyarakat diharapkan lebih siaga mengantisipasi perkembangan di sekitarnya, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr Hj Takudaeng di Bantaeng, Selasa.
Hal itu dikemukakan pada peringatan Hari Kesehatan Nasonal (HKN) 2009, dan melanjutkan bahwa melalui fasilitas desa ini, diharapkan masyarakat mengetahui hidup sehat dan cara mencegah kemungkinan penyakit.
Menurut Takudaeng, Poskesdes yang dipimpin langsung para Kepala Desa dan Lurah ini diharapkan lebih mandiri, sedang Dinas Kesehatan tinggal memberikan pembinaan sehingga masyarakat mengetahui kemana harus pergi bila menderita sakit.
"Melalui Poskesdes, masyarakat juga diharapkan mengerti tata cara pencegahan penyakit, terutama untuk penyakit yang sifatnya dapat diselesaikan pada tingkat dasar seperti diare, ispa dan sejenisnya," urainya.
Menjawab pertanyaan, Kadiskes Kabupaten Bantaeng yang didampingi dr Hj Dahria, M.Kes mengatakan, khusus pembinaan kesehatan ibu dan anak, pihaknya juga tetap melakukan intervensi.
Untuk masalah ini, kita melakukan pembinaan mulai dari mengandung hingga lahir dan berproduksi karena dilakukan pemberian susu untuk ibu hamil, imunisasi, tambah darah dan lainnya.
Ia juga mengemukakan, kehadiran Poskesdes tersebut juga menjadi UPTD Puskesmas (usaha kesehatan berbasis masyarakat). Dengan begitu, bila tidak bisa ditangani di Poskesdes akan dirujuk ke Puskesmas.
"Bila ternyata Puskesmas juga tidak bisa mengatasinya, akan dirujuk ke rumah sakit," terang Takudaeng yang berharap pada 2013 kemandirian masyarakat desa terhadap kesehatan sudah bisa dirasakan manfaatnya karena sudah menjadi budaya hidup sehat.
Ini jelas jauh lebih baik dari pada memberi obat, sekaligus menjadi indikator Bantaeng hidup sehat sebab 75 persen program kesehatan dilakukan dalam bentuk community base. Sisanya, dalam bentuk hospital base sebab 80 persen penyakit sudah bisa diselesaikan pada tingkat dasar, ucapnya.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
