
Akses Jalan Desa Terputus, 220 Warga Terisolir

Palopo, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Tiga hari pascalongsor, akses jalan yang menghubungkan antardesa hingga saat ini masih terputus mengakibatkan sebanyak 220 warga di kelurahan Battang Barat masih terisolir,
"Yang terisolir sekitar 220 jiwa dan tersebar di lingkungan Kattun dan Kampung Tengah. Jumlah pengungsi saat ini makin bertambah, yakni sebanyak 1.050 jiwa atau sekitar 120 KK, yang kita tampung di posko pengungsi," ungkap Komandan Distrik Militer (Dandim) 1403 Sawerigading, Letkol Dede Indrazat, yang juga Wakil Ketua Tim Penangulangan Bencana Kota Palopo, Kamis.
Ke-220 jiwa warga yang terisolir tersebut tersebar di beberapa desa. Di lingkungan Kattun sekitar 70 jiwa, lingkungan Kampung Tengah sekitar 150 jiwa.
Dijelaskan jika tim gabungan "Search and Rescue" telah mengirimkan bantuan makanan, obat-obatan dan keperluan lainnya dan di dareah tersebut juga telah didirikan posko darurat dan dapur umum yang didirikan oleh TNI.
Hingga Rabu (11/11) jumlah pengungsi telah bertambah sebanyak 1.050 jiwa atau sekitar 120 KK, yang telah ditempatkan di tiga posko tanggap bencana yang berada di kilometer 15 dan 23.
Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Abdul Latief mengungkapkan jika jalan trans kota Palopo dan Kabupaten Tanatoraja (Toraja) hingga saat ini juga masih terputus.
"Untuk kategori ringan, jalan mengalami kerusakan di bagian pinggir. Sementara kategori parah, seperti badan jalan yang ambruk hingga dasar, dan membuat jalan patah," ungkapnya
Menurutnya, ada sekitar 80 titik longsor disepanjang jalan kabupaten yang jaraknya hampir 16 kilometer.
Akibat terputusnya akses jalan tersebut, arus lalulintas dari Palopo ke Tanatoraja maupun sebaliknya, yang biasanya ditempuh sekitar satu jam, terpaksa dialihkan melalui Kabupaten Sidrap dan Enrekang dengan jarak tempuh hingga lima jam.
(T.PSO-101/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
