Logo Header Antaranews Makassar

Kampus UNM Disisir Polisi Lagi

Kamis, 12 November 2009 06:53 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 150 orang polisi kembali menyisir kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung, Rabu mLm (11/11), setelah sekitar pukul 18.00 Wita mahasiswa terlibat tawuran lagi.

Sebanyak lima pleton pasukan Brigadir Mobil (Brimob) dari Resimen "A" Polda Sulselbar dengan dilengkapi tameng dan sejumlah senjata gas air mata, menyisir ruangan perkuliahan dan sekretariat mahasiwa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) dan Fakultas Teknik (FT) UNM.

Penyisiran dan penggeledahan itu dimulai sekitar pukul 19.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita dan penyisiran dimulai dari gedung FT, kemudian ruangan di gedung FBS.

Meski penyisiran awal ini tidak ditemukan senjata yang digunakan "perang", namun seorang mahasiswa FT dikabarkan ditahan dan diperiksa. Polisi juga enggan memberikan identitas, posisi dalam tawuran dan yang memberatkan dia untuk diperiksa.

Tak cukup lama, akhirnya pihak Rektorat UNM mengintruksikan untuk menggeledah ulang ruangan sekeretariat mahasiswa FT.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Rektor dan Dekan Fakultas Teknik dan atas persetujuan para pimpinan UNM, meminta agar gembok sekretariat mahasiswa di FT dibongkar dan mohon motor menjadi alat bukti dan diamankan ke kantor polisi," ungkap Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hamsu Abdu Gani, sambil membacakan pesan singkat dari Dekan FT, Husain Syah

Pihak Rektorat bersama dengan Polisi kemudian membongkar pintu dan merusak gembok sekretariat organisasi jurusan secara paksa.

Keempat sekretariat jurusan tersebut adalah jurusan Mesin, jurusan Sipil dan Perencanaan serta sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT UNM.

Setelah dibuka, polisi menyita anak busur panah sebanyak 24 batang yang ditemukan di ruangan Sekretariat Himpunan Mahasiswa Jurusan Sipil dan Perencanaan. Kemudian enam ketapel besi dan sejumlah paku yang dapat dijadikan anak panah busur.

Selain itu, terdapat 23 unit sepeda motor milik mahasiswa FT yang berada di dalam sekretariat tersebut yang kini disita oleh Polisi untuk dijadikan barang bukti sesuai intruksi dari Rektor.

Sementara perkelahian massal antara mahasiswa FT dan FBS pada Rabu (11/11) petang tadi, diduga kuat sebagai aksi balasan FT.

Informasi yang dihimpun, jika penyerangan pertama dilakukan oleh empat orang mahasiswa FT yang memasuki wilayah FBS. Keempat mahasiswa yang masing-masing memegang parang, badik, busur dan senjata rakitan Papporo ini mengarahkan ke mahasiswa FBS yang saat itu sedang berolahraga.

Satu mahasiswa FBS, FJ, mengalami luka di tangannya akibat tersambar anak busur dan kakinya terkena lemparan parang.

"Saya mengenali wajah mereka. Karena mereka tidak menutupi wajahnya saat menyerang kami," kata salah seorang saksi FJ yang enggan disebut namanya.

(T.PSO-101/F003)