Kejati Sulsel didesak sita aset Jen Tang

id jen tang

Kejati Sulsel didesak sita aset Jen Tang

Tersangka dugaan korupsi penjualan lahan negara di Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar Soedirjo Aliman alias Jeng Tang (dok Antara Foto)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Himpunan Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Makassar kembali mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan untuk menahan buronan Soedirjo Aliman alias Jen Tang serta menyita aset miliknya.

"Kami juga meminta pihak Kejati Sulsel untuk menjemput paksa anak Jen Tang, Edy Aliman setelah tiga kali mangkir dari panggilan pemeriksaan," ujar Direktur LKBHMI Cabang Makassar, Juhardi saat aksi di depan Kantor Kejati Sulsel di Makassar, Jumat.

Selain itu, pihaknya mendesak Kejati Sulsel untuk mencetak dan menyebar foto Jen Tang di wilayah Indonesia sebagai buronan karena telah terdaftar pencarian orang (DPO).

"Kami siap membantu pihak kejaksaan bila diperlukan untuk menyebarkan foto buronan Jen Tang untuk diketahui publik," tambah jenderal lapangan aksi tersebut, Sem Daeng Naba.

Tidak hanya itu, LKBHMI juga meminta kejaksaan melakukan upaya paksa terhadap Edy Aliman setelah mangkir dari penggilan secara berturut-turut. "Bila itu tidak dilakukan maka kami nilai kinerja Kejati Sulsel diragukan," ujarnya.

Menurut dia, sebelumnya Kepala Kejati Sulsel di hadapan Komisi III DPR RI saat pertemuan belum lama ini menyatakan serius untuk menahan dan menyeret tersangka DPO Jen Tang ke meja hijau.

"Bila tidak ada tindakan serius maka kami menilai Kepala Kejati tidak berani dan tidak berdaya menyelesaikan kasus ini. Kami menantang Kajati untuk membuktikan pernyataannya tersebut," tegasnya.

Sebelumnya, Jen Tang dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara kepada PT Pembangunan Perumahan (PP) pada proyek Makassar New Port di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Jen Tang menjadi tersangka dengan pasal dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

Sebelumnya anak Jen Tang, EA ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Sulsel. Tersangka diduga juga sebagai otak atas penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, kepada PT PP senilai Rp500 juta untuk akses jalan proyek reklamasi Makassar New Port.

Tersangka EA terlibat bersama terdakwa Jen Tang memanipulasi seolah-olah lahan negara milik kedua terdakwa Rusdin dan Jayanti yang tidak lain adalah pegawainya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar