Pakar: warga Palu-Donggala jangan takut makan ikan

id makan ikan, Palu, Donggala, gempa dan tsunami, Sulteng

Ilustrasi - Suasana transaksi jual beli para nelayan dan pedagang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Be'ba, Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (14/9). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/ama/18

"Kalau pun ikannya benar telah makan jenasah, tidak masalah. Karena sudah menjalani aliran energi atau siklus nutrien secara alamiah,"jelasnya.
Makassar (Antaranews Sulsel)- Guru Besar Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin Prof Ambo Tuwo mengimbau masyakarat untuk tidak khawatir mengonsumsi ikan khususnya dari laut karena tidak berbahaya jika dikonsumsi.

Prof Ambon Tuwo di Makassar, Minggu, mengatakan itu terkait adanya kekhawatiran masyarakat yang ?kabarnya takut mengonsumsi ikan laut pascacana gempa dan tsunami yang menelan ribuan korban jiwa di wilayah tersebut.

"Kalau pun ikannya benar telah makan jenasah, tidak masalah. Karena sudah menjalani aliran energi atau siklus nutrien secara alamiah,"jelasnya.

Ia menjelaskan, semua yang masuk ke dalam tubuh ikan akan dicerna menjadi protein. Masyakarat, kata dia, hanya perlu membersihkan saja dan membuang bagian yang tidak diperlukan.

Bersihkan saja dengan baik dan buang bagian yang tidak diperlukan,"kata dia.

Namun jika masyakarat di daerah itu tetap belum yakin atau masih khawatir jika mengkonsumsi ikan laut, maka masyarakat boleh memilih alternatif lain.

 "Makan ikan air tawar, ikan kering, atau ikan laut yang didatangkan dari luar Sulawesi Tengah,? ujar Ambo.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar