
Prabowo targetkan MBG jangkau seluruh desa

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menargetkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dirasakan oleh seluruh penerima manfaat di Indonesia pada akhir Desember 2026.
Dalam sambutannya pada kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat yang dipantau melalui siaran langsung Sekretariat Presiden, Rabu, Presiden menyampaikan saat ini MBG telah menjangkau 55 juta penerima manfaat.
Capaian tersebut didapatkan hanya dalam kurun waktu satu tahun. Sementara pemerintah memiliki target sebesar 82,9 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta lansia.
"Sasaran kita, Desember 2026 semua desa mendapat MBG. Mudah-mudahan bisa lebih cepat, tapi Desember kita harus sampai semua anak Indonesia dan semua ibu-ibu hamil dan semua orang tua lansia juga kita beri makan," kata Presiden.
Presiden meminta maaf kepada masyarakat Indonesia yang belum bisa merasakan program MBG. Namun demikian, Ia memastikan bahwa seluruh desa akan segera mendapatkan MBG seperti yang sudah direncanakan.
"Tadi waktu saya datang, rakyat banyak juga yang teriak 'Pak, desa kami belum terima MBG'. Saya minta maaf kemampuan kita, tapi Insya Allah tahun 2026 ini seluruh desa di Indonesia akan menerima MBG," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan penerima manfaat program MBG telah mencapai 55 juta orang per 5 Januari 2026 atau setahun sejak program prioritas itu pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025.
Presiden menyatakan capaian itu sebagai prestasi, mengingat Brazil butuh waktu sampai 11 tahun untuk dapat menyalurkan makan siang gratis (PNAE) kepada 40 juta anak-anak sekolah.
"Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat (di) Indonesia, berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali (warga, red.) Singapura. Tiap hari, kita beri makan 55 juta (orang, red.) saudara-saudara. Presiden Brazil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta (penerima) dalam 11 tahun. Kita, 55 juta dalam satu tahun, karena kita mulai 6 Januari 2025. Hari ini 5 Januari 2026," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya di Jakarta, Senin (5/1).
Pada kesempatan sama, Presiden kembali menceritakan apresiasi yang diberikan berbagai pihak kepada program MBG Indonesia, termasuk dari lembaga riset ternama asal AS, Rockefeller Institute.
Ahli-ahli dari Rockefeller Institute, Presiden melanjutkan, sengaja datang ke Indonesia untuk melihat langsung pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah.
Ahli dari Rockefeller Institute itu kemudian menyampaikan kepada Presiden, uang yang diinvestasikan dalam program MBG itu dapat menghasilkan pelipatan ekonomi (multiplier effect) hingga 5-35 kali.
Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor:
Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
