
Penempatan Tenaga Pengajar Harus Merata

Polman, Sulbar (ANTARA Sulsel) - Penempatan tenaga pengajar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) harus merata di setiap daerah.
Saat ini jumlah guru di Kabupaten Polman pada umumny di perkotaan, kata Buptai Polman Ali Baal Masdar di Polman, Senin.
Sedangkan, di daerah terpencil, masih banyak sekolah menggunakan tenaga pengajar yang hanya memiliki ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA).
Bahkan, kata dia, masih ada pula sekolah yang hanya memiliki tiga orang guru, yakni Kepala Sekolah, dan dua orang guru kelas.
"Hal ini jelas akan menganggu proses belajar mengajar dan membawa dampak pada kualitas pendidikan di Kabupaten Polman," ungkapnya.
Ia mengatakan, ada kecenderungan pengangkatan guru di beberapa daerah terpencil kurang proporsional, khususnya yang merupakan warga asli daerah bersangkutan.
"Idealnya, memang guru yang mengajar di daerah tersebut adalah warga asli, karena kalau yang berasal dari daerah lain biasanya lebih sulit. Kalau tidak, ada semacam ikatan dinas untuk ditempatkan di daerah itu," imbuhnya.
Untuk saat ini, di beberapa daerah, masih terdapat sejumlah guru sukarela yang dipekerjakan oleh Kepala Sekolah.
"Harus diakui, kita sangat terbantu dengan kehadiran guru sukarela ini, meskipun jumlahnya pun masih kurang memadai," imbuhnya.
Untuk itu, pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini, sebagian besar guru akan ditempatkan di daerah terpencil.
Di kota Polewali sendiri, tidak akan begitu banyak ditempatkan tenaga pengajar, mengingat jumlahnya yang sudah mencukupi.
(T.PSO-103/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
