Logo Header Antaranews Makassar

NTP Sulbar turun 0,83 persen

Jumat, 9 November 2018 14:48 WIB
Image Print
Pekerja membajak sawah dengan sapi di lahan pertanian Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (2/11/2018). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Mamuju (Antaranews Sulsel)- Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Oktober 2018 sebesar 110,50 atau turun 0,83 persen dibandingkan NTP September 2018.

"Hasil pemantauan harga produsen berbagai komoditi barang dan jasa di daerah perdesaan menunjukkan bahwa NTP Sulbar pada Oktober 2018 turun sebesar 0,83 persen jika dibandingkan dengan NTP September 2018 yang sebesar 111,43," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar, Suntono, di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, turunnya NTP disebabkan perubahan indeks harga yang diterima petani juga turun sebesar 0,71 persen meskipun indeks yang?dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen.

Menurut dia, secara umum turunnya harga komoditi hasil pertanian dari bulan sebelumnya lebih cepat dibandingkan dengan turunnya harga?barang-barang keperluan konsumsi dan produksi.

Akibatnya, perbandingan antara indeks harga yang diterima dengan indeks harga yang dibayar petani cenderung lebih tinggi.

NTP Sulbar menurut subsektor tercatat untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) 100,79, Subsektor Hortikultura (NTP-H) 114,92, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R) 117,82, Subsektor Peternakan (NTP-T) 105,83 dan Subsektor Perikanan (NTN) 107,99.

Apabila diamati NTP menurut subsektor pada Oktober 2018, dibandingkan dengan NTP subsektor yang sama September 2018, dua subsektor mengalami peningkatan, yakni subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,27 persen dan subsektor Hortikultura naik sebesar 1,97 persen.

Sementara itu, ada tiga subsektor yang mengalami penurunan, yaitu subsektor Tanaman? Perkebunan Rakyat turun sebesar 3,04 persen, subsektor Peternakan turun sebesar 0,25 persen dan subsektor Perikanan turun sebesar 1,09 persen.

"Skala nasional, NTP pada Oktober 2018 sebesar 103,02, turun sebesar 0,14 persen dibandingkan September 2018, dan mengalami inflasi perdesaan sebesar 0,35 persen," kata Suntono.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026