Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Majene minta TPID antisipasi lonjakan harga

Minggu, 23 Desember 2018 19:06 WIB
Image Print
Bupati Majene Provinsi Sulawesi Barat Fahmi Massiara saat memantau kebutuhan pokok di Pasar Sentral Majene, beberapa waktu lalu (FOTO/majene.go.id/18)

Mamuju (Antaranews Sulbar) - Bupati Majene Provinsi Sulawesi Barat Fahmi Massiara minta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru 2019.

"Terlebih dengan adanya surat dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang menginstruksikan pemerintah daerah agar menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok," kata Fahmi Massiara di Mamuju, Minggu.

"Selain itu, TPID provinsi maupun kabupaten diminta melakukan langkah-langkah koordinasi, seperti pemantauan harga, stok dan kebutuhan bahan pokok seperti cabai merah bawang merah, bawang putih, dan komoditas lainnya," tambahnya.

Bupati juga meminta TPID Kabupaten Majene melakukan tindakan korektif atas indikasi ketidakwajaran kenaikan harga, gangguan distribusi serta penimbunan dan berkoordinasi dengan penegak hukum.

Selain itu, lanjutnya, perlu dilakukan pemutakhiran data stok dengan mendorong distributor dan pelaku usaha melaporkan stok barang kebutuhan pokok.

"Perayaan pergantian tahun tinggal menghitung hari saja, sehingga kita tidak boleh lengah terkait stok kebutuhan pokok masyarakat, dan ini tugas utama dari Dinas Pertanian bersama dinas yang menangani perdagangan," terang Fahmi Massiara.

Sebelumnya, Bupati Majene bersama tim TPID setempat melakukan pemantauan harga sejumlah kebutuhan pokok di daerah itu.

Pemantauan dalam rangka memastikan harga dan ketersediaan stok kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 tetap stabil tersebut dilaksanakan di Pasar Sentral Majene.

Bupati Majene yang juga selaku Ketua TPID setempat mengatakan, tidak ada perubahan harga yang terlalu signifikan atau cukup terkendali.

"Dari hasil pengamatan kami di Pasar Sentral Majene, tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru, begitupun stok tetap tersedia," tutur Fahmi Massiara.

Ia menyatakan telah melakukan langkah antisipasi jika terjadi kenaikan harga secara drastis menjelang tahun baru.

"Kami telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga, salah satunya melalui operasi pasar yang akan dilaksanakan pihak Bulog," papar Fahmi Massiara.

Sementara, Kepala BPS Majene Syihabuddin mengatakan, kenaikan harga pada beberapa komoditas di daerah itu jelang Natal dan Tahun Baru, tidak terlalu berdampak signifikan pada daya beli masyarakat di daerah itu.

"Semisal, ayam potong yang biasanya Rp50 ribu dan saat ini naik Rp55 ribu-Rp60 ribu per ekor, masih belum berpengaruh dengan daya beli masyarakat. Kami juga yakin, nilai inflasi Majene di bulan November 2018 sebesar 0,22 persen tidak akan jauh berbeda pada Desember ini," kata Syihabuddin.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026