Logo Header Antaranews Makassar

Sulbar Kekurangan Kapal Laut Perintis

Sabtu, 21 November 2009 23:28 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), sampai sekarang masih kekurangan kapal perintis yang akan dijadikan sebagai tulang punggung sarana transportasi laut guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

"Apalagi bagi daerah-daerah yang berada di wilayah kepulauan di provinsi ini, belum ada kapal perintis," kata Kepala Bidang Maritin Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sulbar Burhanuddin Samauna di Mamuju, Sabtu.

Menurut dia, wilayah Sulbar yang terdiri dari puluhan pulau sangat membutuhkan kapal laut perintis untuk memperlancar aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya bagi daerah di wilayah kepulauan.

"Saat ini di Sulbar belum ada kapal perintis, padahal kapal tersebut sangat dinanti masyarakat untuk memperlancar transportasi laut, baik yang ada di wilayah pesisir maupun daerah di wilayah kepulauan," katanya.

Ia mengatakan akibat tidak adanya kapal perintis menyebabkan masyarakat di wilayah pulau-pulau terpencil seperti di Pulau Ambo, Salissingan, dan beberapa pulau lainnya, kesulitan untuk memasarkan hasil perikanan mereka, karena keterbatasan sarana dan prasarana transportasi.

"Kami dari dinas perhubungan merasa terbebani bagaimana caranya untuk segera menghadirkan kapal perintis di wilayah ini, sehingga hasil tangkapan nelayan maupun hasil bumi dapat dipasarkan dengan mudah," katanya.

Namun, kata dia, di sisi lain beban pemerintah provinsi saat ini masih berat, karena sedang membangun sarana infrastruktur seperti pelabuhan laut Belang-Belang yang akan menjadi sentral pelabuhan terbesar di Sulbar.

Burhanuddin mengatakan upaya lain untuk mendatangkan kapal perintis juga dilakukan pihaknya dengan cara mengusulkan ke pusat yaitu ke Dirjen Perhubungan untuk pengadaan kapal perintis bagi daerah ini.

"Kita berharap pada tahun anggaran 2010 pemerintah pusat memberi bantuan pengadaan kapal perintis guna memperlancar transportasi laut di wilayah ini," katanya.
(T.PSO-104/M008)