
Kinerja KNPI Majene Disoroti

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Kinerja Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mamuju Provinsi Sulbar disoroti karena dinilai terlalu berbau pragmatis dan jauh dari nilai-nilai kepemudaan yang dilandasi dengan nilai intelektual dan spritual.
"Keberadaan pemuda yang bernaung dalam KNPI di Majene ini belum terlalu membanggakan, karena masih dihinggapi praktik dan budaya pragmatisme politik, "kata Dosen Fakultas Tarbiyah STAI Majene, Nursalim Ismail di Majene, menanggapi Musda (Musyawarah Daerah) KNPI yang digelar Majene, Minggu.
Menurut Salim yang juga aktif dalam kepengurusan KNPI Majene ini, pemuda di Majene telah kehilangan instrumen intelektual dan spiritualnya dalam menjalankan kelembagaan organisasi KNPI.
Padahal kata dia, intelektual dan spiritual tersebut merupakan syarat menuju persaiangan global bangsa ini di mata dunia.
"Intelektual yang berarti kalau cerdas serta bernuansa spritual yang melahirkan berbudi pekerti, adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dan harus dimiliki pemuda dalam wadah KNPI, dengan begitu akan memberikan kepercayaan rakyat akan keberadaan KNPI hari ini,"ujarnya
Oleh karena itu ia meminta, agar kelembagaan KNPI di Majene sebaiknya disorot secara tajam, namun tetap dalam bingkai kelembagaan yang lebih kolektif antara segenap jajaran organisasi yang tergabung dalam organisasi kepemudaan.
"KNPI butuh dibenahi dan mengembalikan visi kelembagaannya, agar terus mengusung gagasan yang ideal, bukan hanya mengulang rutinitas organisasi saja, kemudian melakukan orientasi visi kepemudaannya,"katanya
Nur Salim berharap lembaga kepemudaan KNPI di Mejene dapat memberi kontribusi besar terhadap proses pembangunan dengan jalur intervensi kebijakan, serta terus melakukan kritik terhadap pemerintah.
"KNPI harus tegas dalam mengambil sikap yakni tetap kritis terhadap pemerintah dan tidak hanya melakukan sikap pragmatis, agar kesinambungannya dapat menjadi harapan masyarakat yang merindukan pembangunan lebih baik di wilayah ini,"katanya.
(T.PK-MFH/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
