
Pengelola Pastikan PSM Tetap Solid

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengunduran diri Kadir Halid sebagai Manajer PSM ternyata tidak berimbas pada susunan kepengurusan PSM Makassar diperiode yang akan datang.
Asisten Manajer Bidang Umum Faisal Maming dalam jumpa pers di Kompleks PDAM Makassar, Selasa, Mengatakan bahwa meski pada dasarnya keputusan Kadir Halid untuk mundur di tengah kompetisi yang masih berlangsung cukup mengejutkan, namun hal itu tidak sampai membuat struktur pengurus PSM terganggu .
"PSM itu merupakan badan usaha, jadi kalau ada salah satu yang mundur, saya kira hal wajar, namun memang kita juga sangat menyayangkan mengapa ia memilih mundur disaat tim sedang dalam krisis seperti sekarang ini," katanya.
Menurut Faisal, keinginan mundur sebagai manajer tim memang telah disampaikan Kadir beberapa hari yang lalu, namun ketika itu seluruh pengelola menolak dan memintanya untuk bertahan. Namun ia justru meminta diberikan waktu selama dua hari untuk berfikir selanjutnya akan kembali bertemu dengan Ketum PSM Ilham Arief Sirajuddin.
"Namun setelah ditunggu ternyata tidak datang, malah mengadakan jumpa pers tentang keputusan dirinya mundur sebagai manajer, hal inilah yang kami tidak mengerti," katanya.
Sedangkan Asisten Manajer Bidang Hukum Syahrir Cakkari mengatakan bahwa untuk mengisi posisi manajer tim yang kini kosong, Ketum telah menunjuk pelatih Hanafing untuk rangkap jabatan sebagai manajer.
"Ketum sebenarnya menunjuk Hendra Sirajuddin menggantikan Kadir sebagai manajer tim, namun berhubung tengah menunaikan ibadah haji, jadi posisi itu untuk sementara kita serahkan kepada Hanafing, itu sudah disetujui seluruh pengurus,"jelasnya
Sementara mengenai alasan Kadir mundur sebagai manajer yang tak lepas dari kurangnya komunikasi antara dirinya dan Ketum PSM, Syahrir melakukan klarifikasi dengan mengatakan bahwa alasan yang diungkapkan sama sekali tidak tepat.
Menurut Syahrir, Ketum mengaku pernah di sms namun saat itu ia sedang di Jakarta, sehingga diminta menunggu sepulang dari sana, namun setiba di Makassar tenyata tidak dilakukan, sebaliknya Ketum justru memilih proaktif dengan menghubungi balik, namun tidak pernah diangkat.
"Jadi saya kira alasan kurang komunikasi itu bukan satu hal yang tepat, apalagi kita tahu bahwa Ketum merupakan seorang yang profesional dan mengetahui bagaimana menempatkan kepentingan politik dan PSM," jelasnya.
(T.PSO-102/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
