
Pertamina Subsidi Biaya Angkutan BBM di KTI

Makassar (ANTARA Sulsel) - PT. Pertamina Region VII Sulawesi akan menghapus biaya transportasi yang selama ini membebani harga jual BBM bersubsidi di kawasan timur Indonesia (KTI) khususnya daerah pelosok.
Menurut General Manager Pemasaran PT. Pertamina Region VII Sulawesi Ferdy Novianto, biaya angkutan yang selama ini di bebankan kedalam harga eceran tertinggi (het) BBM di KTI akan di subsidi oleh pemerintah.
"Rencananya pemberlakuan subsidi ongkos angkut itu dilakukan serentak 1 Januari 2010," ungkap Ferdy di Makassar, Senin.
Dia mengungkapkan, tingginya harga BBM bersubsidi di daerah-daerah yang sulit terjangkau akibat biaya angkutan masih di bebankan ke masyarakat, sementara kemampuan personel Pertamina untuk menjangkau daerah-daerah tersebut terbatas.
"Beban ongkos angkut daerah pedalaman di wilayah timur memang masih menjadi kendala distribusi BBM," ujarnya.
Saat ini, lanjutnya pihaknya masih menghitung subsidi ongkos angkutan BBM yang akan di distribusikan ke KTI. "Untuk wilayah Sulawesi kemungkinan 95 persen bisa tercover semua," ucapnya.
Hanya saja, daerah-daerah yang memiliki jalur distribusi berat seperti padalaman Wamena, Papua dan Ambon masih menunggu kajian lebih lanjut.
Pemberlakuan subsidi ongkos angkutan itu dilakukan secara bertahap, sebab beberapa daerah masih sulit terjangkau akibat terbatasnya depo pertamina yang melayani distribusi di KTI. "Lokasi yang moda transportasinya dapat dihitung di prioritaskan lebih dulu, sementara lokasi yang rumit masih menunggu tahap berikutnya," urainya.
Selain itu, konsumsi BBM relatif kecil di wilayah timur hanya sekitar tiga persen dari konsumsi nasional. "Penambahan personel jelas menimbulkan biaya tinggi," keluhnya.
Dia menambahkan, pemberlakuan subsidi ongkos angkutan saat ini tengah di uji cobakan di beberapa Agen premium minyak dan solar (APMS) yang tersebar di wilayah ini.
Pemberian subsidi ongkos angkutan di sejumlah APMS, lanjutnya dilakukan agar masyarakat bisa menikmati harga BBM subsidi pemerintah dengan harga yang sebenarnya. "Tidak ada lagi pembedaan harga, ongkos angkutan akan ditanggung keseluruhan," pungkasnya.
(T.PK-HK/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
