Logo Header Antaranews Makassar

Enam Kios Pasar Sentral Masamba Terbakar

Selasa, 1 Desember 2009 23:44 WIB
Image Print

Luwu Utara, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Sedikitnya enam kios di Pasar Sentral Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa malam terbakar usai pemadaman listrik PLN bergilir di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun ANTARA, menyebutkan bahwa kebakaran pasar sentral ini, api diduga berasal dari kios nomor dua milik Ibu Ipah (40), yang terletak di tengah pasar.

Sejumlah pedagang menuturkan, sebelum kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18:00 Wita itu para pedagang sedang mengemas barang-barang dagangannya untuk mengakhiri aktivitas berdagang.

Tak lama, tiba-tiba kobaran api di kios Ipah langsung menyulut dan menjalar ke kios Agoes yang berada di sampingnya. Namun belum sempat api di kios Ibu Ipah padam, warga yang panik kembali dikejutkan asap hitam yang mengepul di kios lain, yang masih sederet dengan kios Ipah.

"Saya tidak tahu pasti dari mana itu api, karena saya sibuk mengumpulkan barang-barang ke dalam kios. Api sudah menyala dalam kios saya dan membakar semua barang di dalamnya," ungkap Ipah, saat ditemui di TKP sedang mengumpulkan sisa-sisa barangnya.

Sedikitnya dua unit pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara dikerahkan dan api dapat dipadamkan sekitar 30 menit kemudian.

Sementara kios milik Ipah rusak dan hangus terparah di antara lima kios. Hampir seluruh barang dagangan ludes terbakar. Sementara kios lain, hanya sebagian barang dagangan terbakar.

Meski tidak menelan korban jiwa, namum kerugian pedagang ditaksir puluhan juta rupiah dan hingga saat ini kebakaran diduga karena arus pendek.

Pasca kebakaran, lokasi tersebut ramai dikunjungi warga hingga malam. Para pedagang juga sibuk mengumpulkan sisa-sisa barang dagangan mereka. Untuk keamanan, beberapa pedagang memindahkan barang dagangan mereka ke rumahnya.

Hal yang sama juga dilakukan Ibu Ipah. Dengan wajah lesu dan masih menggunakan pakaian yang basah, berusaha mengumpulkan sisa barang dagangannya.

"Tidak banyak yang bisa diselamatkan. Hampir semua dagangan saya terbakar," katanya.

(T.PSO-101/Z002)