
Bocah di Mamuju Terbakar

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Seorang bocah berumur enam tahun, Fatma, di Desa Toansang Kecamatan Papalang, sekitar 50 kilometer dari Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat terbakar.
Penyebabnya karena korban membakar sebuah pelita yang akan dijadikan sebagai sumber penerangan di rumahnya.
Peristiwa memilukan yang terjadi sekitar pukul 18.00 wita, Kamis malam tersebut, mengakibatkan Fatma harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Mamuju, untuk mendapatkan pelayan kesehatan secara intensif.
Nurlina, Ibu korban, menuturkan, peristiwa yang menimpa anaknya tersebut berawal ketika anaknya yang belum masuk sekolah itu berniat menyalakan sebuah pelita sebagai sumber penerangan di rumahnya karena saat itu waktu malam sudah tiba.
"Ketika anak saya sedang mengisi pelita yang sedang menyala, dengan minyak tanah sebagai bahan bakarnya, tiba-tiba api menjilat minyak tanah yang ditumpahkan anak saya kearah pelita tersebut, karena diduga dalam minyak tanah itu terdapat campuran bensin," katanya.
Sehingga, lanjutnya, dengan cepat api berkobar dan menjilat seluruh badan anaknya, mengakibatkan luka bakar yang serius di sekujur tubuhnya.
Menurut dia, peristiwa yang menimpa anaknya itu tidak perlu terjadi jika dirinya berasal dari keluarga mampu karena dapat mencari sumber lampu penerangan selain dari pelita.
"Seandainya saya mampu, peristiwa kebakaran ini tidak perlu menimpa anak saya, karena saya bisa mencari sumber penerangan lainnya selain pelita, berupa lampu generator yang ada di kampung saya, karena pelita sangat beresiko menimbulkan kebakaran seperti ini, bila kita lalai," ujarnya.
"Sebagai petani miskin, keluarga saya tidak bisa mengambil lampu dari generator di kampung saya karena bayarannya mahal, yakni sekitar Rp60 ribu per bulan untuk satu mata lampu yang dijadikan sumber penerangan untuk setiap rumah, makanya keluraga saya terpaksa pakai pelita," katanya.
Ia juga mengaku terpukul dengan peristiwa yang menimpa anaknya itu, karena tidak bisa membiayai pengobatan anaknya yang terbakar dan sementara di RSUD Mamuju dan berharap pemerintah dapat membantu biaya perobatan anaknya.
(T.PK-MFH/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
