Logo Header Antaranews Makassar

Ical Bantah Idrus Marham Bekerja Setengah Hati

Minggu, 6 Desember 2009 22:01 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Abu Rizal Bakrie (Ical) membantah Idrus Marham akan bekerja setengah hati dalam mengusut kasus Bank Century yang diduga merugikan negara hingga Rp6,7 triliun.

"Saya membantah Idrus Marham akan bekerja setengah hati, dalam mengusut skandal Bank Century karena adanya kepentingan politik, karena ini adalah sikap politik Partai Golkar yang akan konsisten mengusut kasus Bank Century," kata Ical usai melantik ketua terpilih Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulbar Anwar Adnan Saleh, sekaligus menutup acara Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulbar, Minggu.

Ical kepada wartawan mengatakan, Idrus Marham Anggota Fraksi Golkar DPR-RI dan sekaligus menjabat sebagai Sekertaris Jendral DPP Partai Golkar, menjadi Ketua Panitia Angket Bank Century atas petunjuk dirinya, demi memperbaiki harkat dan martabat bangsa ini ke depan.

"Saya telah menginstruksikan kepada Idrus Marham sebelum dia terpilih menjadi ketua panitia hak angket Bank Century, agar ketika nanti terpilih menjadi ketua hak angket Bank Century tersebut, dapat membuka skandal kasus Bank Century dengan seterang-terannya agar diketahui publik," katanya.

Ia juga mengaku, telah menyampaikan sebelumnya kepada Idrus Marham agar tidak takut dan gentar terhadap tekanan politik dari kelompok manapun dalam menangani skandal yang merugikan negara tersebut.

Namun kata dia, ia juga telah mengingatkan kepada Idrus Marham dalam mengungkap kasus Bank Century tersebut jangan sampai sekali-kali ada citra yang merusak nama Presiden.

Sehingga ia kembali membantah jika ditangan Idrus Marham kasus pengusutan Bank Century yang dilakukan melalui Hak Angket DPR-RI akan selesai dan tidak menghasilkan apa-apa.

"Tidak benar itu, kita lihat saja nanti, anda tidak kenal siapa Idrus Marham, kalau dia gagal maka akan menyangkut track recordnya dan Partai Golkar kredibilitasnya akan menurun," ujarnya.

(T.PK-MFH/F003)