Logo Header Antaranews Makassar

BSN: PR Sulsel produk UMKM yang belum terstandarisasi

Senin, 25 Maret 2019 13:49 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA) - Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya mengatakan Sulawesi Selatan yang terus mengalami perkembangan memiliki pekerjaan rumah dan harus diselesaikannya yakni produk yang dihasilkan UMKM masih belum mempunyai standarisasi.

"Untuk itu dibutuhkan pengawasan dan support dari Pemerintah," kata Kepala BSN Bambang Prasetya Bambang mengatakan itu saat menemui Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, di Makassar, Senin.

Pertemuan dengan Wagub Sulsel ini guna membahas kerjasama penguatan sistem manajemen ekspor dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sulsel.

Sulsel memiliki warna tersendiri dari daerah-daerah lain. Tentunya usaha-usaha yang dikembangkan oleh pelaku UMKM juga berbeda dengan daerah lain. Salah satu potensi Sulsel adalah dari sektor laut.

"Terkadang UMKM ini ketika mendapat Standar Nasional Indonesia (SNI) kadang-kadang juga untuk maintenance ini juga agak susah. Meski begitu, jika UMKM kita tidak boleh lelah harus dimonitoring terus menerus," jelas Bambang.

Sementara itu Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan jika Pemerintah Provinsi Sulsel siap membantu dan mendukung langkah BSN RI.

"Kita berharap agar semua jenis-jenis UKM harus distandarisasi, regulasi, peraturan, SOP dan lainnya. kita juga ingin agar semua sistem yang ada perlu ditingkatkan," harap Andi Sudirman.

Andi Sudirman juga mengatakan jika UKM di Makassar dapat dijadikan HUB di Kawasan Timur Indonesia. Mengingat BSN bersifat sentral.
"Kita ingin agar UKM Makassar ini bisa dijadikan HUB atau pusat, sebagai sentra di Indonesia Timur. Karena dengan SNI ini, membuat kita lebih nyaman ," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2026