
PSM Banjir Lamaran Pemain Lokal dan Asing

Makasar (ANTARA Sulsel) - PSM Makassar terus dibanjiri lamaran baik dari pemain lokal maupun asing yang memperebutkan posisi lowong seusai pencoretan dua asing PSM Suarez Baroni dan Darius Ayyoubi.
Juru Bicara PSM Nurmal Idrus di Makassar, Minggu, mengatakan bahwa sejak tim Juku Eja berencana untuk mendatangkan pemain baru demi mengganti posisi yang ditinggalkan pemain asingnya, sudah banyak nama pemain yang ditawarkan oleh sejumlah agen.
"Kami sudah menerima banyak lamaran pemain dari sejumlah agen belakangan ini, namun kita tidak akan tergesa-gesa untuk menentukan siapa yang akan kami rekrut, seluruh pemain akan kita seleksi terlebih dahulu,"katanya.
Salah satu pemain yang hampir pasti memperkuat PSM pada putaran kedua Indonesia Super Liga (ISL), adalah mantan penyerang PSM sendiri Osvaldo Moreno yang dibawa agen Nelson Sanchez.
Bahkan pemain asal Paraguay itu menurut rencana akan datang ke Makassar pada 4 Januari mendatang.
Sementara pimpinan Sport Manajemen M Ali juga telah menyiapkan para pemain diantaranya gelandang asal Jepang Yusuke Sasa, serta pemain lokal yang sebelumnya memperkuat Persikad Depok Sony Kurniawan.
Sebelumnya, PSM juga mengaku telah menerima tawaran untuk menggunakan jasa penyerang Timnas Singapura yang saat ini memperkuat Arema Malang Noh Alam Syah, Pilar Timnas U-23 Rendy Siregar serta mantan pemain belakang timnas Indonesia Hary Saputra.
"Kita masih membuka pintu yang selebar-lebarnya kepada para pemain yang ingin bergabung bersama PSM, jika memang kami melihat kualitras mereka seusia dengan yang kita harapkan, tentu kita akan segera merekrutnya,"katanya.
Selain kedatangan para pelamar, PSM juga tetap berniat untuk memburu beberapa pemain diantaranya Usep Munandar, Zaenal Arif (Persisam Samarinda), Octavianus Maniani (Pro Duta Bandung) serta mantan pemain bertahan Persib Bandung Nyek Nyobe,Ken Matsumoko (Jepang) dan Choi Dong Soo (Korea Selatan).
(PSO-102/T009)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
