Gubernur dukung kongres mata nasional di Makassar

id Antara Sulsel,Kongres mata,donor mata

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah bersama Ketua Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Sulsel, DR dr Habibah Muhidin. ANTARA FOTO/HO/Humas Pemprov

"Gubernur akan mendukung kita dalam pengembangan bank mata karena kita sekarang sudah mulai bekerja mengumpulkan donor-donor mata, itukan donor mata diambil dari kornea mata orang yang sudah meninggal," jelasnya.
Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah siap mendukung pelaksanaan Kongres Mata Nasional ke-15 dan pertemuan ilmiah tahunan di Makassar pada 26-28 September 2019.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan sudah menandatangani surat keputusan (SK) penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.

"Saya tidak boleh ada surat lewat dari dua hari," kata Nurdin Abdullah.

Komite Mata Daerah adalah komite yang nanti bertanggung jawab dalam membuat sistem, alur dan program untuk pencegahan kebutaan, merupakan bagian dari Komite Mata Nasional.

Ketua Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Sulsel, DR dr Habibah Muhidin mengatakan sengaja datang menemui Gubernur khususnya dalam rangka pembentukan Komite Mata Daerah.

Dalam kesempatan itu, juga membahas bagaimana upaya pemberantasan kebutaan di Sulsel, penyakit mata katarak, diabetes melitus dan kebutaan pada anak sekolah. Berdasarkan data Komatnas tahun 2014 jumlah kebutaan di Sulsel 8.515 orang, sementara presentase katarak mencapai 64,3 persen.

"Gubernur akan mendukung kita dalam pengembangan bank mata karena kita sekarang sudah mulai bekerja mengumpulkan donor-donor mata, itukan donor mata diambil dari kornea mata orang yang sudah meninggal," jelasnya.

Untuk donor mata selama ini didapatkan dari India, Srilanka, Amerika atau dari Filipina. Dan sudah tiga tahun ini berjuang agar punya donor mata sendiri. Mereka yang masih hidup juga bisa mendaftar untuk jadi donor.

Habibah Muhidin mencontohkan, minggu lalu ada pendonor yang sudah meninggal. Mekanismenya mereka sebagai donor saat sudah meninggal dan keluarganya langsung melapor secepatnya. Karena mata donor harus segera diambil paling tidak satu jam setelah meninggal.

"Mereka sudah mendaftar sebelumnya, sekarang kami lakukan operasi sudah ditanamkan pada orang lain dan alhamdulillah bermanfaat pada orang lain," ujarnya.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar