
Dana Keluarga Harapan Terancam Salah Sasaran

Makassar (ANTARA Sulsel) - Alokasi anggaran Program Keluarga Harapan yang diperoleh Pemprov Sulawesi Selatan tahun anggaran 2010 terancam salah sasaran.
Menurut Kepala Dinas Sosial Sulsel Mappagio di Makassar, Rabu, pihaknya hingga saat ini belum merampungkan klarifikasi data penerima dana program keluarga harapan yang telah di usulkan sejumlah kabupaten/kota di Sulsel.
Sementara Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) 2010 khusus program ini telah diterima Rp10 miliar.
Dia mengaku, klarifikasi data program keluarga harapan yang tengah dilakukan saat ini berpotensi tumpang tindih dengan program lainnya, sehingga klarifikasi data penerima harus rampung sebelum Februari 2010.
Banyak dana program lainnya seperti program pendidikan dan kesehatan gratis yang bisa tumpang tindih dengan program keluarga harapan ini.
Menurut dia, tidak semua masyarakat miskin berhak memperoleh dana program ini, sebab pelaksanaan program ini diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang sulit mengakses kesehatan dan pendidikan.
Daerah-daerah itu diantaranya daerah kepulauan dan pegunungan seperti Selayar, Pangkep, Gowa, dan Tana Toraja.
"Sebenarnya tujuan program ini untuk memudahkan masyarakat mengakses biaya transportasi bagi masyarakat yang ingin berobat dan menempuh pendidikan," ujarnya.
Dia mengharapkan, pelaksanaan program keluarga harapan di Sulsel dapat membentuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, menyusul telah dihentikannya program Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada tahun ini.
Dinsos Sulsel belum memastikan kapan pelaksanaan program keluarga harapan berjalan di Sulsel, sebab usulan jumlah keluarga yang masuk program itu belum diberikan ke Departemen Sosial.
"Batas waktu penyerahan usulan itu paling lambat akhir Februari ini," ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga belum memiliki kejelasan kapan pengurusan dana DIPA yang dicairkan dalam bentuk dana dekonsentrasi maupun tugas pembantuan dari Departemen Sosial.
Secara nasional, Departemen Sosial dilaporkan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk pelaksanaan program keluarga harapan tahun ini.
(T.PK-HK/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
