
Nasabah BRI Makassar Diminta tidak Panik

Makassar (ANTARA News) - Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Makassar diminta untuk tidak panik menyusul kasus perampokan brankas BRI Cabang Pembantu Sudiang, Makassar yang terjadi pekan lalu.
Pemimpin Kantor Wilayah BRI Makassar Khairi Setiawan saat dihubungi di Makassar, Sabtu, meminta agar nasabah tidak perlu khawatir dengan dana mereka sebab seluruh uang mulai dari ATM (anjungan tunai mandiri), ruang teller (cashier box), hingga brankas sepenuhnya telah di tanggung asuransi.
"Setiap perjalanan uang, meskipun beberapa meter semuanya di 'cover' asuransi untuk memitigasi resiko," ungkap dia.
Hal sama disampaikan pula Wakil Pemimpin Wilayah BRI Makassar M. Fankar Umran yang mengatakan nasabah tidak perlu khawatir dengan pembobolan itu sebab seluruh uang kas BRI telah dijamin.
"Itu bukan uang nasabah, itu uang kas BRI sendiri. Nasabah tidak perlu khawatir," ucapnya.
Menurut dia, proses transaksi pelayanan kantor kas BRI sejauh ini masih berjalan normal seperti hari-hari biasanya.
Kanwil BRI, lanjutnya telah menambah petugas keamanan di seluruh unit kerja yang memiliki tingkat kerawanan tinggi khusunya unit kantor pelayanan yang berada pada lokasi yang relatif sepi.
"Fasilitas 'CCTV' yang masing-masing dengan 4 hingga 12 kamera juga disiapkan untuk memantau kegiatan pengunjung dan nasabah," ucapnya.
Selain itu, BRI telah meminta bantuan kepolisian daerah melakukan pengamanan dan pengontrolan di setiap unit kerja BRI khususnya pada waktu-waktu tertentu yang dianggap rawan.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara kasus perampokan yang terjadi di BRI Sudiang, Makassar pada Minggu (7/2) lalu, polisi masih menduga pelaku perampokan bersenjata berjumlah enam orang.
Para pelaku beraksi di salah satu kantor cabang pembantu Bank BRI Sudiang, Makassar dan berhasil menggasak uang tunai sekitar Rp180 juta lebih. (T.PK-HK/006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
