Rumah Zakat olah daging qurban sasar warga pulau

id Rumah Zakat, Rumah Zakat Makassar

Tim ekspedisi superqurban Rumah Zakat Makassar saat membagikan daging qurban dalam bentuk puluhan kaleng kepada warga Pulau Balang Lompo Kabupaten Pangkep, Sulsel, Senin (15/07/2019). ANTARA Foto/HO/Humas Rumah Zakat Makassar

Makassar (ANTARA) - Rumah zakat sebagai lembaga yang pertama kali melakukan inovasi mengolah daging qurban melakukan ekspedisi Superqurban ke Pulau Balang Lompo Kabupaten Pangkep Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan keterangan resminya, pihak Rumah Zakat Makassar membagikan puluhan kaleng daging qurban yang diolah dan dikemas sendiri kepada warga Pulau Balang Lompo, Kabupaten Pangkep, Senin.

Pengolahan dan pengemasan daging qurban Rumah Zakat juga telah mengantongi penghargaan rekor Muri. Ekspedisi ini merupakan salah satu program dari Rumah Zakat yang biasa diselenggarakan sebelum momen Idul Adha.

Branch Manager Rumah Zakat Makassar, Amir mengemukakan tim ekspedisi Superqurban menyalurkan puluhan kaleng berisi kornet dan rendang dengan harapan warga pulau ikut merasakan nikmatnya daging sapi atau kambing.

Sebab menurutnya warga pulau jarang makan daging. Selain harganya yang cukup mahal, mereka harus menempuh puluhan kilometer lewat jalur laut.

"Kami berharap, melalui ekspedisi ini warga di pedalaman Pulau Balang Lompo bisa ikut menikmati daging dan bisa menambah gizi masyarakat,” tuturnya.

Tim ekspedisi Superqurban harus menempuh 90 menit dari Pelabuhan Poetere Makassar menuju Pulau Balang Lompo.

Salah satu warga penerima manfaat, Hamsinah mengatakan sangat bersyukur menerima Superqurban. Sebab ini kali pertama menerima daging qurban dalam bentuk kaleng dan sudah siap saji.

“Alhamdulillah, terimakasih bantuan dan kepedulian Rumah Zakat kepada warga pulau," katanya.

Superqurban yang digulirkan sejak tahun 2000 merupakan inovasi Rumah Zakat dalam program optimalisasi pelaksanaan Ibadah qurban. Produk Superqurban dapat didistribusikan sepanjang tahun.
 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar