
100 Bibit Kakao untuk Petani Miskin

Makassar (ANTARA News) - Dinas Perkebunan Sulsel menyiapkan 100 bibit pohon kakao untuk satu keluarga petani miskin.
Kepala Dinas Perkebunan Sulsel Burhanuddin Mustafa, Selasa, di Makassar, mengatakan, program tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan menunjang peningkatan produksi kakao.
Untuk program ini, pihaknya menyiapkan 415 ribu pohon bibit kakao sambung pucuk dan penyambungan bibit kakao klonal sebanyak 400 ribu pohon.
Menurutnya, dengan jenis bibit kakao tersebut petani bisa menghasilkan tiga hingga empat kilogram kakao per pohon dengan kisaran harga jual Rp15 ribu per kilogram.
Jumlah bantuan bibit yang diserahkan, disesuaikan dengan kondisi lahan petani. Jika lahannya tidak cocok untuk kakao, tidak akan dipaksakan untuk ditanami kakao, begitu juga dengan jumlah bibit yang akan diberikan akan disesuaikan dengan kemampuan petani.
Ia optimistis produksi dan kualitas kakao akan meningkat dari 257 ribu ton menjadi 300 ribu ton pada 2013 diringi dengan meningkatnya luas areal tanaman hingga 740 ribu hektar dari sekitar 600 ribu hektar.
Program ini juga ditargetkan meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.049.800 kepala keluarga dengan pendapatan petani sebesar Rp50 juta per hektar per tahun dan meningkatnya perolehan devisa melalui peningkatan volume ekspor perkebunan sebanyak 384 ribu ton atau senilai 1,5 miliar dollar Amerika per tahun.
Total anggaran yang disiapkan melalui APBD untuk mendukung program tersebut sebesar Rp12,59 miliar ditambah dengan APBN Dirjen Perkebunan dan dana tugas pembantuan provinsi dan kabupaten sebesar Rp31,06 miliar.
Serta APBN Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) ditambah dana tugas pembantuan provinsi dan kabupaten Rp3,15 miliar dan APBN Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air ditambah dana dekonstrasi dan dana tugas pembantuan provinsi sebesar Rp3,9 miliar.
Dana tersebut juga digunakan untuk pengembangan komoditas perkebunan lainnya seperti kapas dan tebu. (T.KR-RY/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
