Pejabat Wali Kota Makassar paparkan teknologi cerdas di AMF

id Pj wali kota Makassar,Pembicara AMF 2019,Bangkok ,Thailand,Teknologi cerdas,iqbal suhaeb

Pj Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb (baris dua keempat kanan) saat foto bersama dengan peserta ASEAN Mayors Forum (AMF) di Kota Bangkok, Thailand, Senin (26/8/2019). FOTO/Dok Infokom Makassar.

Makassar (ANTARA) - Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb, memaparkan penggunaan teknologi cerdas untuk pembangunan perkotaan yang berkelanjutan saat berbicara pada ASEAN Mayor Forum (AMF) V tahun 2019 di Kota Bangkok, Thailand, Senin.

Selain Iqbal, dua Wali Kota lainnya juga akan membahas tema yang sama yaitu Wali Kota Subang Jaya, Malaysia, Y. Brs. Tpr. Noraini binti Roslan, dan Desmond Choo, Mayor of North East District, Singapura.

Melalui siaran persnya diterima di Makassar, Iqbal mempresentasikan, faktor utama untuk mendukung pembangunan perkotaan di Makassar adalah hubungan antara kebijakan pemerintah dan kemajuan teknologi yang memudahkan proses komunikasi dan penyebaran informasi.

"Pemerintah Kota Makassar membuat regulasi yang memusatkan industri manufaktur di daerah pinggiran kota. Sementara di tengah kota, menjadi pusat bisnis dan perdagangan," papar Iqbal.

Proses pengimplementasian teknologi di daerah perkotaan menjadi sangat berarti dikarenakan investasi, komoditi, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya bergerak bebas, hampir tanpa hambatan yang didukung dengan aturan.

Sementara dari sisi lain, pemerintah harus mendorong peningkatan sosial ekonomi masyarakat agar pertumbuhan ekonomi kerakyatan semakin berkembang di masyarakat.

"Pemanfaatan teknologi membawa dampak dalam kehidupan masyarakat berupa pelayanan publik yang semakin transparan dan mudah diakses oleh masyarakat," sebut Iqbal.

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga memudahkan analisis data sebagai dasar pengambilan keputusan. Di Makassar, pemanfaatan teknologi dapat dilihat pada sejumlah program seperti E-Goverment (e-tax, dan e-budgeting), serta layanan kesehatan E-Puskesmas.

AMF 2019 diikuti 300 peserta, terdiri dari pemimpin kota ASEAN, perwakilan pemerintah daerah dan asosiasi pemerintah daerah dari semua negara anggota ASEAN.

Peserta lain termasuk perwakilan tetap dan Sekretariat ASEAN, perwakilan pemerintah nasional, pembuat kebijakan, akademisi, pakar teknis, negara dan lembaga mitra pembangunan, agen khusus dan perwakilan sektor swasta.

 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar