
Bonus Kembali Menanti Pemain PSM

Makassar (ANTARA News) - Bonus kembali menanti pemain PSM apabila berhasil membawa pulang empat poin pada dua laga tandang lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia putaran kedua 2009/2010.
"Bonus sebesar Rp100 juta akan diberikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kepada pemain jika meraih empat poin pada laga tandang melawan Pelita Jaya dan Persitara Jakata Utara," kata Humas PSM Nurmal Idrus di Makassar, Senin.
PSM Makassar akan melakoni partai tandang pertama melawan Pelita Jaya pada Rabu (24/3), kemudian menghadapi Persitara pada Sabtu, (27/3) 2010.
Gubernur Sulsel menjajikan bonus Rp100 juta jika meraih empat poin, namun jika mampu membawa enam poin atau memenangi dua laga tandang tersebut, maka masih ada tambahan bonus, ujar Nurmal.
Pada dua laga tandang sebelumnya, PSM menang atas Persijap Jepara 1-0 dan bermain imbang tanpa gol melawan Persela Lamongan dan meraih target empat poin, sehingga para pemain berpesta bonus yang diberikan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin.
Ilham yang juga Ketua Umum PSM meminta para pemain tampil maksimal untuk meraih kemenangan dalam dua laga tandang tersebut untuk mengamankan posisi dari zona degradasi.
Meski PSM kini berada di peringkat 12 papan tengah klasemen sementara Liga Super dengan mengoleksi 31 poin, namun posisi tersebut belum aman dari zone degradasi karena tim lainnya juga berupaya memperbaiki peringkat mereka, ujar Ilham.
Sementara itu, asisten pelatih PSM Abdi Tunggal menyatakan optimistis tim asuhannya mampu meraih poin sempurna pada dua laga tandang tersebut.
"Kuncinya pemain tidak pandang enteng lawan dan tampil maksimal untuk memenagi partai tandang itu," kata Abdi
Meski Pelita Jaya dan Persitara berada di zona degradasi dan kedua berada di urutan paling bawah, namun Abdi tetap mewaspadai bangkitnya kedua tim tersebut, apalagi tampil di depan pendukung mereka, tambahnya. (T.S016/R007)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
