Majene dorong ekonomi mikro berbasis keluarga

id hari kontrasepsi sedunia,ekonomi mikro berbasis keluarga,Majene dorong ekonomi mikro

Majene  dorong ekonomi mikro berbasis keluarga

Wakil Bupati Majene Lukman (dua dari kiri) bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulbar Andi Rita Maryani (tengah) pada Hari Kontrasepsi Sedunia tingkat Kabupaten Majene, Kamis (5/9). (Foto Humas Pemkab Majene)

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat mendorong tumbuhnya ekonomi mikro berbasis keluarga.

Penegasan itu disampaikan Ketua Panitia peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tingkat Kabupaten Majene, Ilyas di Mamuju, Kamis.

Selain mendorong tumbuhnya ekonomi mikro berbasis keluarga, peringatan hari kontrasepsi itu juga bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan 1.000 hari pertama kelahiran (HPK).

"Hari kontrasepsi ini digelar dengan tujuan, meningkatkan persentase/jumlah akseptor baru dan akseptor aktif sehingga CPR dapat memenuhi target kinerja, termasuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan 1.000 hari pertama kelahiran dan juga mendorong ekonomi mikro berbasis keluarga," terang Ilyas.

"Peringatan hari kontrasepsi di Majene ini akan diwarnai berbagai kegiatan, di antaranya pelayanan kontrasepsi, sosialisasi 1.000 HPK, sosialisasi kesehatan reproduksi, gelar dagang HPPKS dan senam Maumere," tambahnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulbar Andi Rita Maryani mengatakan, kegiatan tersebut serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini juga merupakan suatu forum yang bisa digunakan oleh OPD lainnya untuk mensosialisasikan kegiatannya. Salah satu kegiatan yang dilakukan, yakni sosialisasi 1.000 HPK hal tersebut sangat penting guna mencegah stunting yang ada di Majene," papar Andi Rita Maryani.

Selain itu lanjutnya, juga ada kegiatan gelar dagang UPPKS dimana produk yang ditawarkan merupakan hasil produksi dari rumah tangga atau keluarga yang tingkat perekonomiannya masih dibawah standar rata-rata.

Ia berharap, hasil produk dari UPPKS dapat dipasarkan ke tingkat nasional bahkan bisa ke tingkat internasional.

"Jika diperlukan diberikan label halal dan kemasan yang lebih menarik," tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah, khususnya melaksanakan senam Maumere secara serentak yang akan dilaksanakan 15 September 2019, bertepatan dengan "Majene Car Free Day".

Terkait pencegahan stunting, BKKBN lanjutnya memiliki peranan yang besar.

"Program harus tetap kita kawal hingga 2020 melalui sosialisasi para penyuluh KB di Kabupaten Majene ini," kata Andi Rita Maryani.

Sementara, Wakil Bupati Majene Lukman mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang telah dilaksanakan Dinas PP dan KB Majene itu.

Ia menginginkan ke depannya, pelayanan KB ditingkatkan lagi sebab menurutnya keberhasilan pemerintah Kabupaten Majene sangat ditentukan dari keberhasilan program Keluarga Berencana yang ada di daerah itu.

"Yang akan menjadi tolok ukur, salah satunya angka harapan hidup. Kami harapkan ke depannya kita tekan angka kematian bayi dan anak," ujar Lukman.

Peran penyuluh KB, Lurah dan Kepala Desa lanjutnya, akan memberikan kontribusi kepada pemerintah kabupaten terhadap angka harapan hidup.

Selain dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulbar Andi Rita Maryani dan Wakil Bupati Majene Lukman, peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang digelar di Galangan Kapal Keluarahan Rangas itu juga dihadiri Pelaksana tugas Dinas PP dan KB Majene Wahida, Camat Banggae, para pejabat yang ada di daerah itu, tokoh agama serta tokoh masyarakat.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar