Logo Header Antaranews Makassar

GAM dan RI Lakukan Pertemuan di Finlandia

Senin, 5 Januari 2009 05:36 WIB
Image Print

Den Haag (ANTARA Sulsel) - Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia (RI) melakukan pertemuan di Helsinki Finlandia untuk membahas sejumlah agenda terkait dengan kelangsungan hidup masyarakat Aceh.

Menurut informasi yang diperoleh ANTARA di Den Haag, Minggu, pertemuan tertutup tersebut berlangsung di salah satu hotel di Helsinki, Finlandia selama dua hari, yakni pada 4-5 Januari 2009.

Menurut Koordinator World Acehnese Association (WAA), Tarmizi Age, berdasarkan informasi yang ia diterima dari salah seorang delegasi GAM, pertemuan ini membahas agenda umum, seperti masalah keamanan dan hak-hak azasi masyarakat Aceh pasca konflik yang melibatkan kedua belah pihak.

"Kami dapat informasi kalau pertemuan itu berlangung secara tertutup dan hanya membahas masalah-masalah yang sifatnya umum," jelas Tarmizi.

Sebab itu lanjutnya, pihaknya meminta agar dalam pertemuan itu, GAM dan Pemerintah Indonesia tetap mempertahankan kredibilitas MoU yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak di Finlandia pada 15 Agustus 2009 demi keberlangsungan perdamaian di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi GAM, diantaranya diwakili Mentroe Malik, Dr. Zaini, Ampon Nazar dan Syamsuddin, juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA).

Sementara dari delegasi RI, diantaranya diwakili Menteri Infokom, Sofyan Djalil, dr. Farid Husain dan Dirjen Departemen Hukum dan HAM, Prof. Tuti.

Pertemuan GAM dan RI itu juga, dihadiri Juha Christensen dan Robert dari Yayasan Institute Perdamaian Indonesia (IPI) interpeace, Kelle dari Crisis Management Initiative (CMI) dan Pieter Fieth, Ketua Aceh Monitoring Mission (AMM). (T.K-RS/S016)