Sulsel siapkan KEK Selayar dukung program Ekowisata

id taka bonerate,taman laut nasional,wakatobi,bunaken,kek selayar

Sulsel siapkan KEK Selayar dukung program Ekowisata

Penyelam yang tergabung dalam tim Taka Bonerate Islands Expedition (TIE) VII melakukan penyelaman di titik Ibel Orange kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. ANTARA/Dewi Fajriani

Makassar (ANTARA) - Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra Pemprov Sulawesi Selatan Muhammad Firda mengatakan pihaknya tengah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Selayar, yang memiliki kawasan Taman Laut Nasional Taka Bonerate.

Hal itu dikemukakan Firda di sela kegiatan Perayaan Capaian Konservasi di Wallacea yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Dia mengatakan Sulawesi Selatan  memiliki potensi ekowisata mulai dari kawasan pegunungan kars yang terbentang di sepanjang Kabupaten Maros hingga Kabupaten Pangkep dan selain itu ada  kekayaan flora dan fauna yang tidak dimiliki di tempat lain (endemik), sehingga dapat juga menjadi wisata edukasi.

Sebagai gambaran, lanjut dia, di Sulawesi terdapat 128 jenis burung dan 80 jenis di antaranya merupakan endemik. Begitu pula jenis kupu-kupu khusus di Sulawesi Selatan, dari sekitar 48 spesies atau jenis, sebanyak 35 jenis di antaranya adalah endemik.

"Dengan KEK itu di Selayar terdapat kawasan ekowisata seluas 400 hektare dan ini yang terus kami promosikan sebagai destinasi wisata ekologi," katanya.

Hasilnya, kata Firda, sudah ada 40 kapal dari Amerika Serikat (AS) yang singgah di Selayar untuk menikmati keindahan alam dan bawah laut Kabupaten Selayar yang tak kalah dengan Taman Laut Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara) atau Bunaken (Sulawesi Utara).

Berkaitan dengan hal tersebut, untuk mendukung program ekowisata itu masyarakat juga perlu memberikan dukungan penuh dengan memberikan suasana yang aman dan nyaman.

"Salah satu yang diupayakan dengan mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik dan senantiasa membersihkan objek wisata dari sampah-sampah plastik," katanya.

Selain itu, juga disosialisasikan penggunaan tumbler (tempat minum) yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali (reuse). Hal itu mulai diterapkan di kampus, kantor pemerintahan, dan sebagainya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar