
Kebutuhan Hotel Berbintang di Makassar Tinggi

Makassar (ANTARA News) - Kebutuhan hotel berbintang di kota Makassar masih relatif tinggi menyusul banyaknya kegiatan nasional dan Internasional yang memilih kota ini sebagai lokasi penyelenggaraan acara.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga di Makassar, Sabtu, mengatakan penambahan jumlah kamar itu sesuai dengan ekspektasi Pemkot Makassar, yang mengeluhkan kekurangan jumlah kamar bila ada even bertaraf nasional maupun internasional yang di tempatkan di daerah ini.
Hingga 2012, dia memperkirakan, kamar hotel di Makassar akan tumbuh 20 persen, menyusul rencana tiga hotel berbintang dengan jumlah 1.000 kamar akan dibangun dalam waktu dekat ini.
Anggiat Sinaga mengungkapkan, kegiatan bisnis perhotelan dan restoran yang masuk dalam sektor periwisata mampu menjadi penyumbang nomor dua terbesar setelah retribusi kendaraan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar yang selama triwulan pertama tahun ini tercatat Rp74 miliar.
Sulawesi Selatan (Sulsel) secara umum masih membutuhkan penambahan sekitar 5.000 kamar hotel hingga 2013 untuk menunjang pertumbuhan tingkat hunian yang terus meningkat setiap tahun.
"Kita masih membutuhkan sekitar 5.000 kamar hotel untuk menunjang pertumbuhan tingkat hunian hotel di Sulsel," kata Sekertaris Umum PHRI Sulsel Farid Said menambahkan.
Menurut dia, jumlah kamar hotel di Sulsel saat ini mencapai 7.000 unit, sedang khusus Kota Makassar terdapat 3.950 unit kamar dari sekitar 50 hotel mulai dari hotel berbintang lima hingga kelas melati.
Dia mengatakan, pentingnya pengadaan kamar itu, terkait pula dengan persiapan Kota Makassar dan Sulsel menghadapi tahun kunjungan wisata 2011 dan 2012.
"Makassar sudah diakui sebagai salah satu kota "Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition" (MICE) di Indonesia, sehingga dapat menjadi lokasi pertemuan skala nasional dan internasional," katanya. (T.KR-HK/I006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
