
BPRS Indonesia Timur Dibobol Pencuri

Makassar (ANTARA News) - Kawanan pencuri membobol Kantor Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Indonesia Timur di Makassar, Sulawesi Selatan, dan membawa kabur uang sebesar Rp31 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pembobolan brankas BPRS itu baru diketahui setelah dua petugas sekuriti Bank, Sahrul dan Nasrullah, melihat kerusakan pada pintu utama, Selasa pagi.
Kedua petugas sekuriti itu kemudian memeriksa sejumlah ruangan dan mendapati brankas uang yang tingginya sekitar 170 sentimeter itu rusak. Kedua sekuriti itu juga kemudian melaporkannya ke Yayasan Indonesia Timur dan Polsekta Rappocini.
Polisi yang datang ke lokasi kemudian berkoordinasi dengan tim identifikasi dan Laboratorium Forensik Cabang Makassar untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sekretaris Yayasan Indotim, H Syamsuddin mengatakan, uang yang tersimpan dalam brankas besi itu sebanyak Rp500 juta lebih. Uang itu rencananya akan digunakan untuk membayar gaji para karyawan Bank dan Yayasan pada Selasa (1/6).
Ia mengaku meskipun telah mendapat musibah pencurian tetapi dirinya merasa masih beruntung karena hak-hak karyawan untuk pembayaran gaji masih bisa dilakukan.
"Kita mendapat musibah tapi beruntung karena uang di brankas utama sebanyak Rp500 juta masih bisa kita bayarkan," katanya.
Kanit Reskrim Polsekta Rappocini Ipda Isnan mengaku jika pencurian uang Bank Indotim masih dalam penyelidikan. Sejumlah saksi-saksi akan dimintai keterangannya untuk menjadi petunjuk penyelidikan.
"Kita masih melakukan penyelidikan dan dua saksi utama yakni sekuriti Bank akan dimintai keterangannya terlebih dahulu. Mengenai modusnya kita juga baru mempelajarinya," terang Isnan.
(T.KR-MH/A041)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
