
Dua Kantor Camat dan KPU Soppeng Dibakar

Makassar (ANTARA News) - Dua kantor camat dan kantor Komisi Pemilihan Umum Soppeng dibakar oleh massa pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Soppeng yang diduga marah karena hasil penghitungan suara tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Dua kantor camat yang dibakar oleh massa pendukung tersebut yakni Kantor Camat Lalabata dan Kantor Camat Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Jumat.
Berdasarkan laporan dari Kapolres Soppeng AKBP Ricky Naldo kepada Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Adang Rochjana, di Makassar, Jumat malam, pembakaran terjadi setelah sejumlah anggota panitia pemungutan suara tidak bersedia datang ke kantor Panitia Pemilihan Kecamatan Lalabata karena takut amuk massa dari pendukung.
Akibat dari pembakaran kantor KPU dan dua kantor camat itu, proses penghitungan suara juga terhenti untuk sementara.
Ricky yang juga mantan Kabag Ops Polwiltabes Makassar itu merinci, kerusakan dan pembakaran terjadi di ruang data Kantor Kec Marioriwawo, Soppeng beserta dua kotak suara yang ikut terbakar serta surat suara yang dihamburkan di halaman.
Disaat bersamaan, kantor Kecamatan Lalabata, Soppeng berikut seluruh surat suara dan kotak suara sebanyak 92 kotak juga ikut dibakarnya serta terbakarnya kantor KPU Soppeng.
Selain dua kantor camat dan satu kantor KPU itu, tiga kantor camat yang masih melakukan proses penghitungan suara dijaga ketat oleh pihak kepolisian.
Ketiga kantor camat yang mendapat pengawalan ketat yakni, Kantor Camat Ganra, Kantor Camat Liliriau dan Kantor Camat Donridonri.
"Untuk ketiganya, kita sudah kerahkan personel kepolisian dan hasil perhitungannya itu langsung kita amankan ke Polres mengantisipasi aksi yang terjadi di dua kantor camat dan kantor KPU tersebut," terang Ricky. (T.KR-MH/Z002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
