
Demokrat Mamuju Diminta Tindaki Kadernya yang Membelot

Mamuju (ANTARA News) - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat diminta menindak kadernya yang dianggap tidak solid dan membelot di pilkada Mamuju.
"DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamuju kami minta untuk berani menindak kadernya yang membelot atau tidak tunduk terhadap kebijakan partainya di pilkada Mamuju,"kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai PDI-P Kabupaten Mamuju, Syaiful Muklis, di Mamuju, Kamis.
Ia mengatakan, PDI-P berkoalisi dengan partai Demokrat bersama sejumlah partai lainnya di pilkada Mamuju untuk memenangkan pasangan "incumbent" calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) Suhardi Duka MM dan Bustamin Bausat (SDK-BISA).
Menurut dia, sebagai partai pengusung pasangan SDK-BISA di pilkada Mamuju PDI-P merasa khawatir dukungan cabup yang diusungnya akan berkurang, karena dukungan partai demokrat sebagai partai yang berkoalisi dengan PDI-P tidak solid, karena ada kadernya yang membelot.
Menurut dia, dua kader demokrat yang membelot antara lain Nirmalasari Aras legislator Partai Demokrat yang duduk di DPRD Mamuju dari daerah pemilihan IV Mamuju meliputi kecamatan Tobadak, Korossa, Budong-Budong dan Kecamatan Topoyo.
"Nirmalasari mendukung calon lain yakni pasangan Umar-Irwan sebagai cabup cawabup Mamuju karena Irwan adalah suaminya,"katanya.
Kemudian kader lainnya yang membelot adalah Sahrul Sukardi yang juga mendukung pasangan Umar-Irwan dari daerah pemilihan sama dengan Nirmalasari, Sahrul beralasan mendukung pasangan Umar Irwan karena punya kedekatan dengan Irwan yang juga teman dekatnya.
"Dukungan kami akan terpengaruh dengan tidak solidnya Demokrat, karena dapat menurunkan dukungannya untuk pasangan SDK-BISA di pilkada Mamuju,"kata Syaiful yang juga menjadi koordinator tim kampanye SDK-BISA di pilkada Mamuju.
Oleh karena itu ia meminta, kepada partai Demokrat dengan sikap tegas dan memberikan sanksi kepada kadernya yang membelot agar dukungan partai koalisi pendukung SDK-BISA tetap solid dan dapat memenangkan pasangan yang diusunnya.
"Ini menyankut etika politik kami sudah mendukung SDK secara partai dan tidak ada kader kami yang membelot, maka partai Demokrat juga harus memastikan itu dan tidak main main mendukung SDK-BISA tetapi harus tetap solid secara internal, dan tidak boleh ada kadernya yang membelot kalau ada harus diberikan sanksi tegas,"katanya. (T.KR-MFH/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
